Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

masa lalu


Masa lalu

Maaf jika aku ingin melupakan semuanya. Dari awal hingga akhir, tak bersisa. Maaf jika aku telah merobek lembaran-lembaran yang pernah ada, membakarnya, dan kini telah menjadi abu entah dimana. Maaf karena aku juga melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan : menghapus semua cerita dengan satu kali ‘delete’. Dan maaf, karena kini, hanya ada sesal yang tertinggal karena telah pernah mengenalmu. Masa lalu.

Aku ingin kembali mencari diriku yang dulu, sebelum bertemu denganmu. Aku yang lebih periang, aku yang lebih kuat, aku yang lebih baik. Aku ingin me-reset ulang semuanya, mengubah cerita yang pernah ada, dan menggantimu dengan tokoh yang sebenarnya (kelak). Karena kau ternyata hanya kesemuan belaka, ilusi yang tak pernah ada.

Aku bukan lagi seperti orang yang kau kenal, begitu juga kau yang sekarang tak lagi aku kenal. Jadi, tak perlu lagi ada sapaan, atau bertanya tentang kabar. Karena sekarang, kita bukan lagi orang yang saling mengenali.

sekali lagi maaf, karena inilah aku yang sekarang. Tak ingin lagi mengingat masa lalu.
Jadi, tolong pergilah. Menjauhlah. Menghilanglah bersama abu lembaran-lembaran yang telah aku bakar. Aku mohon.


Read More »»

Jumat, 26 November 2010

puisinya pak kahlil gibran

CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’
Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh.
Read More »»

Jalan Kenangan




Jalan-jalan itu kembali membuka memoar lama,
Mengembalikanku ke masa lampau,
Masa-masa dimana aku bermetamorfosis menjadi diriku kini,
Menyiratkan kerinduan yang dalam,
Yang terpatri di kalbuku…


Teringat semua hal lalu yang telah lama kulewati,
Terbayang wajah-wajah sahabat yang lama tak bersua,
Terbayang wajah-wajah teduh sang guru,
terbayang…. Setiap sudut kenangan di sana…

Senyum guru yang bagai embun di hati yang gersang,
Tawa sahabat yang bagai pelipur setiap lara,
Inginku, kembali ke masa itu.
Kicauan burung pagi, suara riakan sungai…

Angin siang semilir, menjadi alunan musik tarian pepohonan,
Silau keemasan setiap senja menyingsing,
Dan saat gelap… beribu-ribu bintang terhampar,
Fenomena yang ganjil di tempatku kini.
Bak surga sebelum surga,
Bersama jiwa-jiwa yang rindu dengan tuhannya.




Jalan-jalan kenangan,
Yang tak akan hilang dalam memori,
Cerita tentang titik balik terbesar dalam hidupku,
Yang akan selalu tersimpan di hati.

Padang, 30 Desember 2009.
Read More »»