Jumat, 30 Desember 2011

sahabat, aku rindu!

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………

Aku kangen! Mendadak malam ini rasa itu seperti akan meledak. Aku rindu berada di tengah-tengah hangatnya sahabat2 yang lama tak bersua. Mendadak ingin melihat tawa mereka, mendadak ingin mendengar suara mereka, mendadak ingin melihat mereka! Akhirnya aku bongkar lah fesbuk mereka satu persatu. Niat ingin bisa mengobati rindu, tapi justru malah sebaliknya. Hey, I really really really miss you, guys! :(

Ocha, iwat, itok, ajim dan meil!

Hah, masing-masing sudah menempuh jalan menuju masa depan yang berbeda. Berjauhan. Terpisah oleh jarak dan kesibukan masing-masing. Yang kini membuat kita jadi tak sempat untuk saling bertanya kabar. (bahkan sekedar untuk saling bertanya kabar pun tak sempat!). aaaaaaaa…. Rasanya ingin menangis malam ini. Semua memori pahit manis asem asin tentang kalian menghunjamku. Yang sekarang membuatku ingin bisa berlari kembali ke masa lampau. Bertemu kalian!

Entah bagaimana dengan kalian, teman2..

Aku mungkin belum termasuk ke dalam daftar teman spesial bagi kalian. Tapi.. rasanya ingiiin sekali, aku ingin sekali kalian pun bisa merasakan rindu yang sama. Tentang waktu yang berputar perdetiknya bersama kalian. tentang semua kekonyolan dan hal2 bermanfaat yang kita alami bersama. Tentang perjuangan kita, tentang lelah kita yang sama, tentang persahabatan kita! Tentang sejarah dan kenangan masa SMA yang kata orang adalah masa yang paling indah..





Sesak. Rasanya bisa sampai menyesakkan begini. Semua ekspresi wajah kalian satu persatu membayangi malamku. Saat kalian tertawa, saat panik, saat lelah, saat kalian merasa tertindas(?), saat kalian kesal, semuanya. Ocha yang paliiiiiiiiing care di antara yang lain dan mudah mengerti perasaan orang, murni yang selalu bisa menjadi pengadem suasana yang bagiku selalu membawa “kantung tertawa” untuk bisa di bagi-bagikan ke orang2, itok yang terkenal dengan “slowmotion”nya dan sifat tenangnya walau disaat panik, ajim yang kemana-mana selalu membawa wajahnya yang ketika orang melihatnya, rasanya selalu ingin diajak ribut (haha), dan meil yang entah kenapa belakangan menjadi alay tak tertahankan (ada issu kalau sekarang mail cool. Hee?).

Aku simpan rapi-rapi, semua memori tentang kalian. memori berharga yang tak boleh hilang.

Apa ada waktu di masa depan, yang bisa membuat kita kembali merasakan hangat yang dulu? Aku yakin pasti ada. Pasti! Bahkan jika itu adalah di surga. Karena aku yakin, kita akan sama-sama membawa rajutan ukhuwah ini sampai ke sana. Allah yang telah mempertemukan kita, merekatkan kita dengan cintaNya, mengakrabkan kita di jalanNya.

Aku tahu aku tak boleh cengeng. Kita sudah punya jalan sukses masing-masing. Menuju muara yang sama. Aku tahu, aku harus terus bersemangat! Karena semakin cepat aku berjalan, semakin cepat aku sampai di muara itu, di tempat tujuan itu, di mana aku akan bertemu dengan kalian.

Mungkin usia akan mengaburkan ikatan kita. Ketika orang-orang yang baru kita temui di kehidupan mendatang, memenuhi seluruh perhatian kita. Yang mungkin membuat kita menjadi terlupa masa-masa indah dahulu. Tapi… aku yakin ikatan hati kita tak akan pernah akan pudar. Karena ikatan kita, adalah ikatan hati. Ikatan kenangan yang indah. Ikatan kebersamaan yang hangat.

Kalian terlalu berharga untuk di lupakan, teman..

Aku berharap, ketika kita teringat masa-masa SMA yang pernah kita lewatkan, maka kebersamaan kita inilah yang terbayang dalam benak kita..

I really miss you, guys :)
Read More »»

Selasa, 27 Desember 2011

KSH, I found a new family there :)

Aku mengenal mereka baru beberapa bulan ini. Dari namanya, KSH (kelompok studi herpetologi) sudah jelas kalau dari sini aku bisa mengenal macam2 binatang herpet : reptil dan amfibi. Dari dulu, aku selalu merasa tertarik ketika menonton acara “discovery channel” yang kebanyakan menampilkan kehidupan binatang-binatang herpet : buaya, ular.. dll. Waaa, rasanya benar-benar menjadi biolog sejati B)

Ehm.. sebenernya bukan hanya karna ingin banyak mengenal macam-macam herpet saja alasanku bergabung dengan KSH. Tapi terlebih karena aku melihat KSH adalah keluarga yang hangat.

Kocak, hebring, kemana-mana penuh tawa. Haaah.. aku bisa melupakan segala galau dan penatku ketika berkumpul bersama rakyat melata. Rakyat melata : yang kami sebut sebagai anggota KSH (termasuk aku). Dan rumah KSH, yang disebut Liang.

Umi-ku awalnya kaget, ketika pertama kali mendengar keinginanku untuk bergabung dengan kelompok studi yang kerjanya mempelajari dan mengakrabi hewan-hewan melata yang kebanyakan ditakuti orang. Ular.. buaya, kadal. Mungkin kura2 atau amfibi yang terlihat lebih ramah. Umi bilang, “masak yang takut ama kecoa malah main2 ama ular??” haha.. aku sendiri entah kenapa. Sebelumnya gak pernah terpikir akan akrab dengan ular disini. Apa itu berarti aku udah berani dengan kecoa?? *ooo… tentu aja gak. XD

Ada satu prinsip di KSH, hmm.. entah prinsip atau apa ini namanya. “teman sejati adalah teman yang pertama kali menertawakan temannya yang sedang kesusahan.” Haha. Ini terbukti ketika salah satu dari anggota KSH yang terjatuh, separah apa pun jatuhnya, yang kita lakukan pertama kali adalah tertawa. *heleh…

Senior-senior bilang, penyakit “hebring kemana-mana” ini akan terus menular ke generasi penerus. Kami, mungkin, yang sekarang masih suka malu-malu, masih polos dan lugu, masih suka enggan dan segan dengan senior2nya, lama-lama bakal ikut tertular kehebohan dan kekocakannya. Hoho.. pastinya penasaran sekocak apa dan seheboh apa kami kalau sudah berkumpul kan? Yah.. tapi sayangnya, aku ga bisa menceritakannya. Karena semua hal kocak yang terjadi itu terlalu kocak untuk diceritakan. #haha. Apa2an sih.. -,-

Terutama ketika berhadapan dengan ketua KSH-nya sendiri, yang akrab di panggil dengan mas itong. Kita harus siap kalau perut ngedadak mules karna kebanyakan tertawa. #wala…wala.. XD. Tapi mas itong hanyalah salah satu oknum yang menjadi penyebab tawa di KSH.

Awalnya aku agak takut2 untuk memilih kelompok studi ini. Padahal masih ada kelompok2 studi yang lain, seperti BIOSC misalnya, yang mungkin lebih cocok denganku karena kelompok itu menekuni tentang anggrek. Belum lagi lingkungan hebring KSH yang sebenarnya terasa ‘baru’ bagiku yang lebih terbiasa berada di lingkungan rohis. Tapi setelah semuanya terjalani.. ternyata aku bisa enjoy disini. Tentu saja, aku tidak boleh lupa dengan prinsip ke-rohis-anku *halah, emang ada? :O yang tetap harus bisa menjaga diri. Berbaur bukan berarti membaur. Aku harap, saat ilmu-ku bisa jauh lebih banyak lagi dari yang aku punya sekarang, KSH bisa jadi ladang dakwah bagiku. Dakwah dengan cara ‘khusus’. Hehe..

Semoga aku bisa berarti di KSH ini. Dan semoga ilmu yang aku dapatkan dari KSH bisa aku terapkan dalam keseharian-ku. lumayan untuk menunjang kuliahku sendiri. Dan semoga, aku justru bisa menjadi lebih baik saat berada di tengah-tengah mereka. 

KSH JAYA! KSH! :D

Foto2 bersama keluarga baru : 


we are KSH family. kami adalah rakyat melata!
habis diklat lapangan :D

the biggest frog that i have ever seen! >_< katanya masih ada yang lebih gueedee lagi. ini di temuin pas sampling diklat. *ah.. jaket itu..


agenda pelepasan tukik (bayi penyu) di Pantai Trisik *unyu2 kaaan? >__<


keluarga(?) pertamaku di KSH. her name is momo. hehe. ini ular ptyas mucosus *kalo ga salah ding.. :D









Read More »»

Senin, 19 Desember 2011

Tashiru – maaf untuk berpisah

Kau tahu tentang hatiku yang tak pernah bisa melupakanmu
Kau tahu tentang diriku yang selalu mengenangmu selamanya
Kini kusadari Bahwa semua itu
Adalah salah, juga keliru
Akan membuat hati menjadi ternodai


Reff..
Maafkanlah segala khilaf yang tlah kita lewati
Tlah membawamu kedalam jalan yang melupakan tuhan
Kita memang harus berpisah
Tuk menjaga diri
Untuk kembali arungi hidup
Dalam ridho ilahi

Kutahu bahwa dirimu
Mendambakan kasih suci yang sejati
Kuyakin bahwa dirimu
Merindukan kasih sayang yang hakiki

Kini kusadari Bahwa semua itu
Adalah salah, juga keliru ooo
Akan membuat hati menjadi ternodai

Back to reff.
Dan bila takdirnya kita bersama
Pastilah Allah akan menyatukan kita..

Back to reff
Read More »»

Rabu, 02 November 2011

galau -___-

Jogja yang belakangan berawan, hujan. Terkadang mengajak hati untuk bergalau ria. Teringat hangatnya kampung halaman, teringat abu-abunya masa lalu, terpikir masa akan datang yang masih penuh dengan tanda tanya. Saat-saat seperti ini, kadang masalah sepele pun bisa membuat hati susah. Hah, perasaan-perasaan seperti ini, yang kata orang wajar dialami anak muda, sungguh tidak mengenakkan.




Akhirnya jatuh pula lah butir-butir bening dari sudut mata ini. Saat hujan mengguyur deras atap kosan, saat semuanya sepi.

Ini bukan sekedar homesick. Entah apalah, yang belakangan mengusik pikiran ini. Kini aku terbiasa, tertawa ceria saat bertemu teman-teman di kampus. Namun menangis sendiri ketika menjelang malam di kosan. Hah, cengeng -.-“

Seharusnya kau sadar, zhr!

Ada orang-orang jauh disana, yang mencintaimu, yang menunggumu pulang membawa kebanggaan. Bukan cerita-cerita galau yang murahan. Apa kau lupa adanya kesabaran?? Apa kau lupa perjuangan orang tuamu jauh di seberang pulau sana untuk menyekolahkanmu?? Apa kau lupa dengan adik-adik yang selalu merindukan kepulanganmu??

Yak. Hati ini memaki pemiliknya. Ketika hal ringan kuanggap berat untuk kuhadapi, maka hati ini akan mempertanyakan kemana janji dan tekad yang telah aku buat sebelum melangkah kesini. Jika datang ke sini hanya untuk menyerah, kenapa bukan dari awal saja?

Jangan cengeng, zhr. UTS kini di depan mata. Jika kau ingin membalas peluh orangtuamu dengan kebahagiaan, kau tau apa yang harus kau lakukan kan?

Ayo semangat, ayo kuliah, ayo fokus, ayo belajar, ayo bersabar!

3.3! berkat seseorang, angka keramat ini bisa menjadi semangat untukku. Terima kasih, ayo sama-sama berjuang! :)
Read More »»

Jumat, 23 September 2011

Because I miss you – Yonghwa oppa :)

늘 똑같은 하늘에 늘 같은 하루
neul ttokgateun haneure neul gateun haru
 그대가 없는 것 말고는 달라진 게 없는데
geudaega eomneun geot malgoneun dallajin ge eomneunde
 난 웃고만 싶은데 다 잊은 듯이
nan utgoman sipeunde da ijeun deusi
 아무일 아는 듯 그렇게
amuil aneun deut geureoke
웃으면 살고픈데
useumyeon salgopeunde

그리워 그리워서 그대가 그리워서
geuriwo geuriwoseo geudaega geuriwoseo
매일 난 혼자서만 그대를 부르고 불러봐요
maeil nan honjaseoman geudaereul bureugo bulleobwayo

보고파 보고파서 그대가 보고파서
bogopa bogopaseo geudaega bogopaseo
이제 난 습관처럼 그대 이름만 부르네요
ije nan seupgwancheoreom geudae ireumman bureuneyo
오늘도
oneuldo

난 보낸줄 알았죠 다 남김없이
nan bonaenjul aratjyo da namgimeobsi
아니죠 아니죠 난 아직 그대를 못 보냈죠
anijyo anijyo nan ajik geudaereul mot bonaetjyo

그리워 그리워서 그대가 그리워서
geuriwo geuriwoseo geudaega geuriwoseo
매일 난 혼자서만 그대를 부르고 불러봐요
maeil nan honjaseoman geudaereul bureugo bulleobwayo

보고파 보고파서 그대가 보고파서
bogopa bogopaseo geudaega bogopaseo
이제 난 습관처럼 그대 이름만 부르네요
ije nan seupgwancheoreom geudae ireumman bureuneyo
오늘도
oneuldo

하루하루가 죽을 것만 같은 어떻게 해야 해요
haruharuga jugeul geotman gateune otteoke haeya haeyo


사랑해 사랑해요 그대를 사랑해요
saranghae saranghaeyo geudaereul saranghaeyo
말조차 못하고서 그대를 그렇게 보냈네요
maljocha motagoseo geudaereul geureoke bonaenneyo


미안해 미안해요 내말이 들리나요
mianhae mianhaeyo naemari deullinayo
뒤늣은 내 고백을 그댄 들을 수 있을까요
dwineuseun nae gobaegeul geudaen deureul su isseulkkayo
사랑해요
saranghaeyo
.
TRANSLATION
.
Always under exactly the same sky, always exactly the same day
Other than your not being here, there’s nothing different at all


I just want to smile, want to forget everything
Just like absolutely nothing has happened, smiling to live my days
 

Miss you, miss you so much, because I miss you so much
 

Everyday all by myself, calling and calling you
Want to see you, want to see you, because I want to see you so much
Now it’s like I have this habit, keep calling out your name
 

It’s the same today I thought I’d let go, not leaving anything behind
No, no, now I still can’t let you go
 

Miss you, miss you so much, because I miss you so much
Everyday all by myself, calling and calling you
 

Want to see you, want to see you, because I want to see you so much
Now it’s like I have this habit, keep calling out your name 

It’s the same today
 

Everyday, everyday, it feels like I’m gonna die, what should I do?
 

Love you, love you, I love you
I hadn’t even spoken the words, I just let you go
 

Sorry, sorry, do you hear my words
My late confession, can you hear it
I love you.

Read More »»

Celoteh gaje

Karma. Aku menyebut ini sebagai karma. Ya… mungkin ini yang harus aku rasakan agar bisa mengerti perasaan orang lain. Cukup pilu dan berlinang air mata ternyata. Selama ini aku selalu berpikir, apa rasanya menjadi ‘mereka’? sedihkah? Tabahkah? Bisakah mereka melupakan tanpa merasa tersakiti?

Pertanyaan demi pertanyaan itu kini separuhnya bisa terjawab. Terjawab oleh memar-memar hati yang kini aku rasakan. Luka yang sebenarnya aku sendiri yang membuatnya. Seperti luka ‘mereka’, luka yang mereka buat sendiri. Memar, tak berdarah namun tetap saja terasa ada yang sakit bila tersentuh. Ah, hati ini lemah sekali.

Aku yakin, setiap luka selalu ada obatnya, setiap duka selalu ada akhirnya, setiap pilu selalu ada ujungnya. Tak akan selamanya begini, kan? Mungkin memang butuh waktu. Entah sampai kapan. Tapi segeralah, segeralah luka ini sembuh. Luka dari AKU yang bodoh.

Ternyata beginilah sesaknya. Melihat kenyataannya yang ternyata tak semanis kesan pertama. Aku telah terjebak bahkan pada langkah awalku. Benar-benar masuk perangkap halus ini. Perangkap yang menyebalkan ini. AKU yang bodoh! mudah percaya pada penglihatan pertama. Mudah meyakini pada kesan pertama.

Semua yang susah payah aku rangkai, hampir lebur begitu saja. Hanya karena beberapa hari yang aku lalui ini. Beberapa hari?! Sungguh aku merasa menjadi manusia BODOH.
Berjalan di tanah yang sama, memandang langit yang sama. Namun ternyata berbeda dunia.. duniaku tak pantas menjadi dunia itu. Tak boleh menjadi dunia ‘itu’. Karena itulah… sesekali dalam helaan nafasku, aku berharap dunia ‘itu’ yang nantinya perlahan akan berubah. menjadi dunia yang sama dengan dunia yang aku pijak ini.

Walau itu terlihat hanya mimpi belaka. Sulit, pastinya akan sulit. Dunia yang berbeda akan sulit untuk berputar bersama. Berotasi beriringan. Tidak mungkin karena itu akan sangat sulit.

Jadilah aku hari ini, berusaha berkutat hanya di dunia yang kondusif untukku ini. Berusaha untuk tidak mengintip dunia yang membuatku merasa perih itu. Karena di dunia itu aku menemukan hal yang tidak ingin aku temukan. Jadi aku berharap, dunia itu pun tak usah lagi peduli pada apa yang aku lakukan. Tak perlu lagi mengajakku bicara, tak perlu lagi membuatku merasa hangat.




Don’t treat me like a little pussy, please. Karena aku bukan kucing kecil yang butuh di kasihani. Biarkan aku, dengan duniaku sendiri.
Read More »»

Welcome, eighteen :)

6 sepetember lalu. 2011. [baru sempat posting >__<]





ini tahun baru-ku. dimana aku, delapan belas tahun yang lalu, di takdirkan untuk lahir dengan selamat. Alhamdulillaaah :) happy birthday, zhr!

aku tahu dan paham, usia ini usia yang amat sangat labil. dikatakan dewasa, usia ini belum dewasa. Dikatakan anak2, usia ini sudah tak pantas lagi di sebut anak2. Usia pembelajaran, usia pendewasaan, usia kepompong. Hah, cepat sekali rasanya..

rasanya baru kemarin, aku menjadi kanak2. Merasa girang saat di belikan mainan, bersorak sorai ketika diajak ke kebun binatang, berlari-lari ketika di suapi makan oleh ummi, merajuk2 minta di gendong pada abi. Hmm, semuanya terasa baru kemarin. Baru kemarin aku mengalami itu semua. Tapi, pada kenyataannya, aku sudah berdiri di atas angka delapan belas.

hari ini, hari ulang tahunku. Yang aku tahu, hari ini adalah hari, dimana aku akan mengemban amanah yang lebih besar lagi. Hari dimana aku harus bisa menjemput kata ‘dewasa’ itu. Memaknainya dengan pemikiran yang bukan lagi kanak2, juga menjadikannya sebagai kepribadian. Hari dimana aku harus mengurangi kadar egoisme yang aku miliki saat menjadi anak2. Yah, mungkin aku belum dewasa, tapi hari ini, aku harus berusaha menjadi dewasa. Menjadi orang yang lebih lapang hati, menjadi orang yang lebih pengertian pada setiap hal di sekitarku, menjadi orang yang lebih berbakti pada orang tua, menjadi orang yang lebih rajin lagi dalam beribadah. Dan harus menjadi kakak, yang bisa menjadi panutan bagi ke-lima adekku di rumah..

yang aku tahu.. hari ini adalah hari, dimana langkahku semakin dekat dengan stasiun terakhir. Ajal. Mungkin keretaku kini masih terlihat baru, penuh semangat muda. Tanpa lecet, dan belum banyak noda. Tapi tak ada yang tahu, jika suatu saat, keretaku yang terlihat masih baru ini akan berhenti tiba2. Ya, aku semakin dekat dengan hari itu. Entah kini aku mendekati surgaNya, ataupun nerakaNya *audzubillah.. aku berharapa, Allah terus membimbingku tetap bertahan di jalan surgaNya walau banyak liku. Dan aku berharap, jikalau kereta-ku harus berhenti, semoga saja berhenti di tempat yang baik. Amiin >_< 

ada yang sedikit berbeda dengan tahun ini. Di hari ini, aku merenung sendirian di kamar kosan yang sepi. Teman satu kos-ku sudah tertidur semua. Jauh, jauh dari keluarga-ku di Kota Padang sana… jarak beribu2 kilometer memisahkan kami beberapa hari lalu. Tanggal 1 september, aku menginjakkan kaki di Kota Jogjakarta untuk menuntut ilmu. Untuk menjalani peran sebagai mahasiswi. Dan ini, adalah salah satu amanah yang akan aku emban di umur delapan belas ini. semoga.. amanah ini bisa aku jalankan dengan baik. 

Semoga, di usia ini, aku bisa menghilangkan galau2 tidak jelas yang hanya bisa menurunkan keimananku. Dan semoga, di usia ini, aku menjadi insan yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya. Amiin, ya Allah.. >_<
Read More »»

Jogja

Jogja. Tanpa terasa langkahku sudah tiba di kota ini. Tanggal 1 september lalu. Banyak hal yang ingin aku ceritakan, menulisnya dalam untaian kata, dan mempostingnya disini. Tapi ternyata, kehidupan di awal kuliah yang benar-benar sibuk itu membuatku tak sempat menuliskannya. Ditambah lagi dengan kosan yang belum memiliki jaringan internet. Aku merasa ribet kalau harus ke warnet. Hehe.

Jadi, inilah cerita singkat itu… :)



Berawal dari langkah-langkah beratku di Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Hati rasanya berembun saat itu. Membayangkan bahwa, butuh waktu yang cukup lama untuk bisa melihat semua tingkah polah adek-adekku. Melepas peluk hangat kedua orang tuaku. Membawa restu mereka ke seberang pulau. Hah, setiap orang memang harus dewasa. Dan mungkin inilah langkah awal untuk menjadi dewasa itu.

Menangislah sebentar saja. Ya, sebentar saja, lalu hapus air mata itu. Ada dunia yang harus aku arungi, dan karena itulah aku harus menjadi kuat bagaimanapun caranya. Aku yakin mereka, orang-orang yang aku cintai ini, akan baik-baik saja. Karena itulah aku juga harus merasa baik-baik saja. Harus kuat meraih mimpi, yang juga mimpi mereka.

Yah, hanya dalam hitungan jam. Kakiku sudah mendarat di tanah jogja. Masih ada sedikit embun saat itu. Baru saja melangkah, hatiku sudah merindu pada rumah. Dalam diam ku tatap setiap sudut jogja yang bisa ku lihat. Semuanya seperti meneriaki-ku saat itu. “semangatlah, zhr! Kau harus berjuang untuk mimpi2mu!” gemuruhnya. Memenuhi dadaku yang sebelumnya terasa hampa.

Yap, yap.. aku harus kuat. Tidak lagi menjadi gadis kecil yang dulu sering merengek minta di gendong ummi. Atau yang dulu selalu ngambek setiap abi nyanyi karena waktu kecil aku tidak suka abi bernyanyi. Haha.
Menjadi anak kosan, menjadi mahasiswa baru yang mengikuti ospek, duduk di bangku kuliah. ini juga adalah salah beberapa dari mimpi2ku dahulu. Jika ini bisa kuwujudkan, InsyaAllah, mimpi2 lainnya pun akan aku susul!

Biologi UGM. Semoga aku bisa jadi yang terbaik. semangat! >_<
Read More »»

Sabtu, 13 Agustus 2011

this is me


“This is me. Maaf kalau mengecewakan. Karna saya tidak sebaik yang anda pikirkan.”

Kalau bertanya pada nurani setiap orang, tidak ada orang yang tidak ingin menjadi “orang yang lebih baik”. Sekalipun itu penjahat, selagi ia masih manusia, nuraninya akan selalu menginginkan kebaikan. Begitu juga aku. Aku selalu ingin menjadi orang yang lebih baik. Walau mungkin usahaku untuk menjadi yang lebih baik itu terlihat sia2 di mata orang lain. Tak apa, cukup Allah saja yang tahu.. :)

aku bukannya marah… hanya saja, entah kenapa aku hanya bisa diam menghadapimu, teman. Mendengar penilaianmu terhadapku selama ini. Ah, sudah berapa lama kau memendam rasa tidak tahan terhadapku itu? Rasa yang terdengar olehku hampir sama dengan rasa muak. Hingga dengan begitu saja kau meremove-ku dari daftar temanmu. Sebegitu menjijikannya kah aku?

Kata2mu yang menyinggung tentang akhlaqku itu begitu manis, teman. :)
hingga aku tidak dapat merasakan apa2 saat membacanya. Hanya senyum, tertawa kecil. Hambar, ah.. mungkin aku merasakan sakit. Tapi aku bisa menerima kenyataan itu. Kenyataan, “bahwa di dunia ini tidak semua orang bisa menerimamu.” Dan aku bisa menerima, kalau ternyata dirimu tak bisa menerimaku, teman.

Seolah2 mengecapku seperti orang yang tidak mau menjadi lebih baik. Yang tidak bisa menjaga akhlaq muslimah itu seharusnya seperti apa. Ah, hanya kesalahan kecil bagi banyak orang, tapi dirimu menganggap itu adalah sesuatu yang fatal. Setidaknya, aku merasakan dirimu menatapku demikian. Seolah2 mempertanyakan, akhwat macam apa aku ini?

aku tahu aku bukan orang sempurna. Aku juga merasa tak pantas disebut akhwat. Jangan sebut aku akhwat, teman. Sebutan itu, entah kenapa sekarang2 ini seolah2 menjadi suatu gelar atau apalah. Salah sedikit, akan mencoreng sebutan “akhwat” itu. Aku juga tak mengerti mengapa. Aku hanya ingin disebut dengan muslimah. Muslimah, ya.. cukup muslimah saja. yang masih terus belajar untuk menjadi lebih baik. Dan, yah, kau tidak perlu tau bagaimana aku belajar, teman.

Hanya satu hal yang aku minta. Berhentilah menuntut kesempurnaan. Berhentilah memaksakan orang untuk bisa menjadi “baik” sesuai standarmu itu. Aku tahu dan paham, standar “baik”mu itu sungguh subhanAllah.. tapi mengertilah.. tak semua orang bisa menjadi apa yang kau inginkan. Masing2 orang pun punya standar “baik itu bagaimana” masing2. Asalkan tidak melenceng dari agama yang amat kita banggakan ini. Iya kan?

Ah, tapi.. tetap saja. Sudahlah, sepertinya tak ada gunanya. Kau sudah menilaiku seperti orang yang salah langkahnya. Tak apa, aku terima itu. Tapi.. mungkin aku akan tetap berada dalam langkahku ini. Aku tidak bisa mengikuti langkahmu itu. Maaf aku tidak bisa. Maaf karna aku mengecewakanmu, sementara kau berharap lebih dariku. Tidak bisakah kau hanya terima aku apa adanya sebagai teman?
Read More »»

Minggu, 07 Agustus 2011

Hyun Bin - Than Man (Geu Namja) lyric + eng translation

han namjaga geudaereul saranghamnida
geu namjaneun yeolsimhi saranghamnida
maeil geurimjacheoreom geudaereul ttaradanimyeo
geu namjaneun useumyeo ulgoisseoyo

eolmana eolmana deo neoreul
ireoke baraman bomyeo honja
i baramgateun sarang i geojigateun sarang
gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni

jogeumman gakka i wa jogeumman
hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
neol saranghaneun nan jigeumdo yeope isseo
geu namjan umnida

geu namjaneun seonggyeogi sosimhamnida
geuraeseo utneun beobeul baewotdamnida
chinhan chinguegedo motaneun yaegiga manheun
geu namjaui maeumeun sangcheotuseongi

geuraeseo geu namjaneun geudael
neol sarang haetdeyo ttokgataseo
tto hanagateun babo tto hanagateun babo
hanbeon nareul anajugo gamyeon andoeyo

nan sarangbatgo sipeo geudaeyeo
maeil sogeuroman gaseum sogeuroman
sorireul jireumyeo geu namjaneun oneuldo
geu yeope itdeyo

geu namjaga naraneun geol anayo
almyeonseodo ireoneun geon anijyo
moreulkkeoya geudaen babo nikka

eolmana eolmana deo neoreul
ireoke baraman bomyeo honja
i babogateun sarang i geojigateun sarang
gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni

jogeumman gakkai wa jogeumman
hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
neol saranghaneun nan
jigeumdo yeope isseo geu namjan umnida

Translate

One man loves you
That man loves you wholeheartedly
he follows you around like a shadow everyday

That man is laughing and crying

Just how much…how much more do I have to gaze at you alone
This love that came like the wind
This beggar-like love
If I continue this way, will you love me?
Just come a little nearer…a little more
If I take one step closer to you, then you take two steps back
I who love you am next to you now
That man is crying.

That man is timid
So he learned how to laugh
That man has many stories that he can't even tell his best friend
So his heart is full of tears
That's why, That man
You, he loved you
Because you are just same as him
Yet another fool, yet another fool
Can't you hug me before you go?
I want to receive love, baby
Everyday in my heart,
Just in my heart,
I shout and
That man is next to her even today.

Do you know That man is me?
You're not pretending that you don't know, right?
You really don't know cause you're a fool.

Just how much... how much more do I have to gaze at you alone
This love that’s like a fool
This beggar-like love
If I continue this way, will you love me?
Just come a little nearer...a little more...
If I take one step closer to you, then you take two steps back
I who love you is next to you now
That man is crying.

Read More »»

Jumat, 05 Agustus 2011

Bocah-bocah itu..

hah, tinggal 26 hari lagi. Sebelum aku berangkat menuju kota impian *jiah. Ditiket tertulis tanggal 1 september aku akan berangkat. Meninggalkan Kota Padang yang nantinya pasti akan hampa tanpa aku. Haha. Juga, meninggalkan adek2ku.. yang nakal, ribut, kadang nyebelin, tapi ngangenin itu.

Mereka! Merekalah yang nantinya bakal bikin aku ngerasa homesick. ‘heimweh’ kalo kata orang jermannya. Pagi yang ribut, karna semuanya sibuk untuk berangkat ke sekolah. Adek ketigaku yang kehilangan kaus kaki lah, adek ke-empatku yang bukunya belum disiapin lah, atau adekku yang TK yang belum selesai2 juga sarapannya padahal yang jemput sudah datang. Belum lagi kalau nanti ada adekku yang lupa bawa bekal. Hah, repot.. -.-“

Itu baru pagi hari. Kalau mereka udah pulang sekolah apalagi. Jangan berharap bisa menikmati sore hari dengan tenang, sambil minum teh atau apalah. Karna sore2 dirumahku itu berisiknya ampuuun. Adek2ku yang selisih umurnya itu gak terlalu jauh, bakal mengajak teman2 seumuran mereka main di teras rumah. Yang kelompok cewek main masak2an, yang cowok main pedang2an. Itu semua di teras rumah. Hasilnya, rumahku bakal terlihat seperti rumah panti asuhan idaman yang ceria. *halah.. rame, rame banget. Mungkin hanya sesekali sore dirumah bisa tenang, saat geng2 kecil itu berpindah lokasi ke rumah yang lain.

Saat malam, keributan yang tercipta lain pula. Hanya masalah sepele, seperti rebutan pensil saat mereka mengerjakan PR atau apalah, tapi bisa membuat rumah ini begitu semarak. Rebutan channel TV, sampai rebutan bantal saat mau tidur. Semuanya, hampir semua kegiatan yang mereka lakukan itu diwarnai dengan “rebutan”. Ribut, berisik. tapi.. sekarang aku merasa, rasanya hidup bakal terasa sepi tanpa keributan2 itu.

punya adek banyak apa gak repot? Ya pasti repotlah. Apalagi aku anak pertama. Apa mereka gak mengganggu masa2 belajarmu? Dibilang gak mengganggu, ya gak bisa juga. Siapa sih, yang gak terganggu dengan keributan2 itu? Kadang aku juga merasa sakit kepala melihat tingkah polah mereka. Tapi, yah, itulah aku. Maksudku.. “aku” tanpa mereka itu bukanlah “aku”. Aku merasa kurang lengkap tanpa mereka. Merekalah yang sudah mewarnai hidupku selama ini. Warna-warni, kadang tak jelas apa warnanya. Mengisi buku harianku, walau kadang hanya coret moret yang mereka torehkan disana.

Punya adek lima, itu kebanyakan? Yah, bagi yang gak terbiasa mungkin merasa demikian. Aku.. melihat mereka satu persatu sudah mulai tumbuh besar, dengan karakter khasnya masing2 itu, malah jadi merasa kurang. Ada kebahagian tersendiri memiliki mereka. Rumah ini jadi tak pernah sepi. “ceria” walau selalu gaduh. “lucu” walau selalu mengganggu. Semua yang mereka lakukan, menjadi memori2 hangat yang tersimpan rapi dalam otakku. Yang akan selalu membuatku tersenyum, apabila kembali memutar memori2 itu, terutama saat aku berada disebrang pulau nanti.
Aku bersyukur memiliki ayah seperti abi. Punya anak enam, pengeluaran dipastikan akan bengkak. Tapi abi tak pernah menyerah, membiayai kami untuk sekolah setinggi mungkin. Untuk bercita2 menjadi orang besar, menjadi ilmuwan besar, dokter, dsb. Terima kasih, bi :)

Ah, nanti kalian pasti bakal kangen “teteh ros” kalian ini. Haha. Mereka menyebutku teteh ros, karna mereka bilang aku ini seperti ‘kak ros’ yang main di film upin dan ipin. *dasar bocaah.. -.-“
kalian pasti kangen saat tak ada lagi yang mengomeli kalian ini itu, kalian juga pasti akan kangen masakan teteh yang tiap hari kalian makan itu. Saat kalian sedang berkumpul, pasti juga merasa kurang lengkap tanpa teteh disana.. iya kan? [GR banget..]

Maafin teteh, kalau selama ini belum bisa jadi kakak yang baik untuk kalian.. belum bisa jadi tauladan yang baik. Di sebrang pulau itu, teteh bakal berjuang untuk kalian. Kalian lah yang bakal menjadi alas an teteh untuk tidak menggalau saat kuliah. kalianlah yang nanti akan menjadi penyemangat teteh. Makasih ya, adek2ku.. bandelnya kalian, sudah mewarnai hari2 teteh.

love you all.. :-*
Read More »»

Rabu, 27 Juli 2011

hari PENGUMUMAN itu..

Ehem. Wewh, udah lama juga gak bikin postingan! Haah, padahal ini isi kepala pengen meledak. Banyak hal yang terjadi belakangan ini. Eh, gak banyak ding. Tapi, cukup menjadi titik balik hidupku kedepannya..

SNMPTN. Yap! Sebulan yang lalulah kira2.. hasil dari ujian keramat itu di umumkan. Hiiiy, asli tegangnya aku saat itu. Rasanya gemanaaa ghetoh. Kapok ngerasainnya. Sesak napas dari H-3 sampai di hari H pengumuman. Ternyata bener, bisa mupeng kita di hari menjelang pengumuman itu. Lebih panik, lebih stress dibanding dengan pas menghadapi ujiannya itu sendiri.

H minus berapa ya? Hmm.. H-2 mungkin. Aku mendapat kabar mengenai bocoran hasil snmptn itu. Dari seorang teman yang katanya punya om yang ikut menjadi panitia SNMPTN. Hasil, boleh bocor dong? Hehe. Asal bukan soal ujian itu.. percaya gak percaya, temenku itu gak mungkin bohong. Maksudku.. dia gak mungkin bohong untuk mengerjai aku-yang saat itu sedang mupeng sangat- hanya untuk kesenangannya sendiri. Kalau itu emang bohongan, sungguh, sangat gak lucu. Hasil yang dikabarkan oleh temen aku itu… eng,ing,eeng~ ah, ntar juga tahu. Tapi yang jelas, saat itu aku masih belum mau percaya sepenuhnya. Terus saja tawakkal dan berdoa, sampai hari pengumuman itu bener2 ada di depan mata.. >.<

dan, tanggal 29 juni itu tiba~ hiiiiiy… umiiiiii… rasanya gak karuan! Pengen teriak. Ah, tapi kalau di inget2 lagi, sensasi rasa tegang di hari itu, rasanya asyik juga. Tentu kalau hasil yang keluar sesuai ama harapan. Hehe

sore hari, mungkin karna aku letih, capek pikiran dan capek hati. Setelah sebulan galau, dan saat semakin dekat dengan harinya aku galau-extra. Akhirnya aku tertidur. Padahal katanya hasil itu keluar jam lima sore. Tapi aku tertidur selepas ashar. Hah.. ntah mimpi apa aku sore itu >.<  

berawal dari kagetnya aku pas hape yang aku genggam sambil tidur itu bergetar. Hoo… ada yang nelpon. Tapi, hah! Mataku tiba2 langsung terjaga.. seorang rektor kampus menelponku! *hah.. mimpi..
gak ding. Yang benernya, salah seorang senior menelponku. Dengan perasaan H2C –harapharapcemas- aku mengangkat telpon itu.

ah, telpon singkat saja kok. Tapi.. bikin aku ngerasa kayak terbang.. *halah.

“selamat yo, anda lulus di pilihan pertama..”

katanya disebrang telpon. Wh… wh, what? Serius kah?? Beneran nii? Hah? Iyaaa??
huaaaaa…

terpekiklah saya saat itu juga. Terhuyung aku*karna baru bangun tidur* menghampiri laptop dan membuka situs hasil SNMPTN. Eh, tak bias dibuka. =.=
kayaknya lagi rame yang buka situs itu. Ya iyalah, dan, ya sudahlah.. mungkin ntar malem aku baru bisa melihat pengumuman itu dengan mataku sendiri.

yang jelas.. kabar valid itu, haaaaah… bener2 membuatku lega tak tertahan. Ya Allaaaaaah >.< 

syukraaaaaan >.< aku sujud syukur. Ternyata ini rasanya lega, saat mimpi yang selama sebulan bikin galau itu terkabul. Aku malah ngehang. Jadi gak tau mau ngapa2in. malah jadi bengong. Masih mikir. Ini bukan mimpi kan? >.< 

aku lega, umi abi ku lega. Adek2ku bersorak karna itu artinya mereka jadi aku traktir. *hah, dasar bocah2. Tapi, syukurlah ya Allaah.. alhamdulillaaah.. Alhamdulillah, Allahu Akbar! Akhirnya aku bisa melihat senyum bangga dari orang tuaku.. 

terima kasih, buat semua motivator yang selama ini menyemangatiku, ngebakar aku dengan apinya masing2. Umi abi, guru2ku, teman2 seperjuangan.. senior2ku. semuaaa.. ini juga tak terlepas dari orang2 sekelilingku yang memberiku semangat dan doa. Syukran ‘alaikum! >.< 

BIOLOGI UGM. Hah, mimpi itu sudah bisa aku lihat sekarang. Satu langkah lagi aku maju untuk menggapai mimpi yang sebenarnya. 



hei, syukran untuk semuanya. Api-mu yang selalu membakarku selama ini. Akhirnya aku bisa menggapai langit itu.. seperti pesanmu dulu. Menggapai langit.. :)

hari2 selanjutnya akan terasa sulit. Belum lagi masalah biaya yang masih buram. Tapi aku yakin, kalau memang ini jalan yang Allah pilihkan untukku, maka di jalan itu aku akan menemukan kemudahan. Terima kasih abi.. yang rela pontang-panting kesana kemari untuk mengumpulkan biaya itu. Aku pengen nangis rasanya. mengingat beban beliau yang berat, menanggungku yang akan kuliah di luar, dan menanggung sekolah kelima adekku. Beliau yang selalu ikhlas. Beliau yang selalu berusaha untuk anak2nya. Ya Allah, kuatkanlah punggung beliau, hati beliau, agar kuat menanggung beban itu.. 

dan untuk umi. Syukran atas doa2 umi selama ini, hingga akhirnya, doa kita terkabul. :) dukungan moril, juga segudang pesan2 yang kadang mungkin aku acuhkan. Maafin teteh mi.. >.< 

biologi UGM. Mulai saat ini, disini lah aku akan memulai langkah baru. Disiinilah, aku akan mulai lagi mengukir cita2. Dan disinilah, saat aku harus serius merajut masa depan. Harapan umi abi, juga orang2 sekitarku yang mendoakanku, tak boleh aku sia2kan. Ini amanhan besar. Dan semoga aku kuat menjalani amanah ini dengan baik.

jogjaaaaaaa! :D 

*alhamdulillaah.. >.< Read More »»