Sabtu, 28 Januari 2012

teardrops in the rain - CN Blue

No one ever sees, no one feels the pain
Teadrops in the rain

I wish upon a star, I wonder where you are
I wish you're coming back to me again
And everything's the same like it used to be

I see the days go by and still I wonder why
I wonder why it has to be this way
Why can't I have you here just like it used to be

I don't know which way to choose
How can I find a way to go on ?
I don't know if I can go on without you oh

Even if my heart's still beating just for you
I really know you are not feeling like I do
And even if the sun is shining over me
How come I still freeze ?
No one ever sees, no one feels the pain
I shed teardrops in the rain

I wish that I could fly, I wonder what you say
I wish you're flying back to me again
Hope everything's the same like it used to be

I don't know which way to choose
How can I find a way to go on
I don't know if I can go on without you, without you

Even if my heart's still beating just for you
I really know you are not feeling like I do
And even if the sun is shining over me
How come I still freeze ?
No one ever sees, no one feels the pain
I shed teardrops in the rain

Oh... I shed teardrops in the rain
Oh... Hey... Teardrops in the rain

Even if my heart's still beating just for you
I really know you are not feeling like I do
And even if the sun is shining over me
How come I still freeze ?
No one ever sees (no one) no one feels the pain (no one)
I shed teardrops in the rain
Teardrops in the rain
Teardrops in the rain
Teardrops in the rain... 

Read More »»

Kamis, 26 Januari 2012

Kata orang ini liburan..

Aku masih ingat saat angin sepoi-sepoi menampari pipiku sore kemarin. Bersepeda sendirian di tengah lalu lalang keramaian jalan kaliurang. Sore yang sejuk. Sesaat aku merasa tak masalah dengan kesendirianku di sini, di kota ini. Saat teman karibku rata-rata sudah bercengkrama hangat dengan keluarganya masing-masing di rumah.. aku masih disini, masih melanjutkan langkah mimpi-mimpiku walau kini sedikit melambat.

Kata orang ini liburan.. hanya aku habiskan seharian di kosan, sendirian. Mencari kegiatan yang sebenarnya sia-sia. Bolak-balik di depan laptop, sedikit beres-beres kamar, menukar-nukar channel tv, dan kembali di depan laptop. Haaaah… adek-adekku di rumah, sedang apa mereka sekarang? Apa mereka merindukan hadirnya aku? Atau hidup terasa sama dengan ada atau tidaknya aku.

Iyalah.. aku kakak yang galak. Hehe. Mungkin adek-adekku juga butuh waktu untuk bisa tenang dari segala omelanku. Biarlah mereka tumbuh bebas, berlarian puas di gang2 rumah bersama anak2 lain. Bermain dalam imaji mereka yang tak pernah punya batas. Belajar dari alam sekitar yang akan membuat mereka sedikit demi sedikit mengerti kalau suatu saat.. mereka akan dewasa..

Ah.. andaikan aku punya doraemon seperti nobita. Ingin rasanya meminta mesin waktu yang mungkin bisa memutar semua kejadian yang terjadi dari awal. Aku ingin kembali ke masa lalu, menjadi kanak-kanak yang berimajinasi tinggi. Yang bisa terbang bebas tanpa takut terjatuh. Mengawali semuanya kembali, mungkin dengan cara yang jauh lebih baik.

Kata orang ini liburan.. yah, setelah dua minggu berjibaku dengan soal-soal ujian yang membuat penat kepala dan hati. Kini bisa terbebas sementara dari tuntutan memegang buku. Bisa rehat sejenak dari semua yang berbau “belajar”. bisa melahap film2 yang tak pernah sempat di tonton saat sedang kalut di dunia perkuliahan. Bisa mengobrol selama mungkin dengan taman-teman maya di fesbuk. Bisa bercerita panjang di blog.. hal2 yang, yah.. sekilas mungkin terasa menyenangkan. Namun ternyata membosankan.

Ayolaaah.. mungkin rasanya lebih baik rektor meniadakan liburan kali ini. Karena aku tak bisa pulang semester ini ke rumah di seberang pulau itu. haha, egois memang. Tapi aku benci sendirian tanpa ada kegiatan pasti, lama-lama hatiku bisa mati. Menatap dinding, bertanya.. “hei, kenapa kau menatapku?!”. Padahal dinding hanya diam membisu. Hah, benar kan! Aku butuh tempat pengungsian! Yang di dalamnya ada manusia, yang bisa aku ajak bercengkrama. Menemani liburanku yang kali ini benar2 membosankan.

“padaaaaaaaaaaaaang..!!”

Sesaat aku cemberut saat salah seorang seniorku yang sudah pulang kampung memanas2i ku lewat chatting. Hih, hobi banget bikin orang mupeng -__-“. Iya yah, penasaran kota padang seperti apa sekarang.. rumahku.. kamarku.. apa masih sama seperti dulu saat aku tinggalkan?

Ah, tak apa.. sudahlaah.. toh, ini memang resiko yang dari awal sudah wajib aku ambil. Kuliah di kota perantauan.. yang jaaauuuh jaraknya kata tetangga-tetangga rumahku. “kenapa jauh sekali kuliahnya?” aku masih ingat pertanyaan yang dilontarkan salah satu ibu2 sebelah rumah saat mendengar kabar bahagiaku itu. sekarang, aku jadi lebih memikirkan pertanyaan itu. iya yah, kenapa jauh sekali aku kuliah?

Aku, gadis kecil yang bahkan masih sering dianggap adek dirumah, walau aku anak pertama. Mengambil langkah jauh ini. Dengan mata yang masih kabur tentang masa depan. Fiuuh.. semoga lambat laun semua terlihat jelas dan pasti. Hingga aku tak lagi dihinggapi kegalauan yang tak berguna.

Aku sempat iseng, membuka album foto senior lama yang kuliah di kampus yang duluuuuu sangat ingin aku tempati. Melihat beliau dan teman-temannya berfoto dengan tawa lepas bersama jas hijau gelap(sebenarnya warnanya apa ya?) kebanggannya. Bagaimana kalau seandainya aku ada di antara mereka ya? Kampusnya tidak sejauh kampus aku sekarang.. mungkin kalau aku kuliah disana, saat ini aku bisa pulang kerumah karna biaya perjalanannya akan lebih murah. Padahal dulu aku sudah meminjam jas salah seorang teman yang sudah lebih dulu kuliah di sana. Memakainya dan berfoto dengan harapan suatu saat juga akan memiliki jas yang serupa..

Tapi takdir memang tak bisa di ganggu gugat.. karna jalanku sudah ditetapkan disini. Jalan yang Allah tetapkan untukku. Walau aku masih gamang, tapi aku sudah bisa merasakannya. Bahwa rencana Allah jauh lebih indah dari apa yang aku rencanakan.. aku disini, bersama jas kampusku (yang sampai sekarang aku masih bingung harus menyebut jas ini berwarna apa. Hehe) yang sangat aku banggakan. Ya.. jalanku disini. Jadi aku harus kuat!

Kata orang ini liburan.. yap, ini memang liburan! Tempat pengisian bensin untuk perjalanan jauh 6 bulan ke depan. Dan tempat pengisian bensin itu tak harus ada di rumah. Karena kemana-mana, aku selalu membawa rumahku disini, di hatiku.




Umi, abi, adek2.. sabar yah. 6 atau 7 bulan lagi mungkin, kita baru bisa bertemu.. :)
Read More »»

Selasa, 24 Januari 2012

saat aku lanjut usia - SO7!

Saat aku lanjut usia
Saat ragaku terasa tua
Tetaplah kau slalu di sini
Menemani aku bernyanyi

Saat rambutku mulai rontok
Yakinlah ku tetap setia
Memijit pundakmu hingga kau tertidur pulas

Reff:
Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
Kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
Kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
Saat kaki tlah lemah kita saling menopang
Hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati
Sampai jumpa di kehidupan yang lain

someday maybe.. it could be happen to me :)

Saat perutku mulai buncit
Yakinlah ku tetap tersexy
Tetaplah kau slalu menanti
Nyanyianku di malam hari

*back to reff


Read More »»

Kamis, 05 Januari 2012

ketika "sakit" itu kembali datang

Nyesek. Nyeri. Kedua rasa sakit inilah yang sering membuatku takut sendiri. Yang sering memaksaku untuk selalu berpikir.. kapan ajalku datang?




Penyakit jantung bawaan. Yang entah bagaimana bisa bersarang sejak aku lahir. Saat-saat penyakit itu kambuh, adalah saat2 yang menakutkan bagiku. Sakit seolah2 aku akan mati, sesak seperti aku tak bernapas, seperti ada yang menikamku. Saat2 seperti itu aku merasa bahwa malaikat maut sedang menemaniku. Tepatnya, terasa seperti malaikat maut sedang mengenggam jantungku.

Aku selalu ingin menangis ketika saat-saat itu datang. Terbayang wajah umi dan abi, terbayang wajah adik2ku, terbayang wajah teman2ku satu persatu.. gila! Aku benar2 merasa ‘waktu-ku’ sudah dekat. Tersungkur sendirian. Tak bisa berteriak agar orang lain tau aku kesakitan.

Ya Allah.. apa kelak, ini jalan ajalku? Aku sering membayangkan, saat aku tua nanti.. aku akan bertemu dengan ajalku karena penyakit ini. [huaaa]. Atau mungkin.. aku tak sampai bertemu “tua”.

Aku takut.. aku takut karena aku belum cukup menyiapkan bekal. Aku takut karena masih saja berbuat dosa. Aku takut berhadapan denganMu dengan kotoran2 ini.. aku takut melihat wajah malaikat maut. Yang katanya.. wajah beliau akan terlihat sesuai dengan amalan-amalan manusia itu sendiri. Bagaimana jika yang aku lihat adalah wajah yang menakutkan??

Aku takut. Dan merasa gila sendiri memikirkan ini semua.

Ah, penyakit ini bukan penyakit besar sebenarnya. Namun entah kenapa sakitnya bisa sedemikian rupa. Apalagi di sini, saat aku jauh dari umi dan abi. Saat harus berthawaf di rumah sakit, tanpa abi yang biasanya menemaniku. Aku sulit merasa tenang.. jika saat2 itu datang lagi..

Seperti sekarang. Ketika sakit ini datang lagi..

Ya Allah.. jika memang waktu-ku akan berakhir dengan penyakit ini, jika ternyata waktu-ku tak banyak, maka teruslah membimbingku. Agar langkahku tak salah. Agar aku selalu ingat padaMu.. sampai hari itu tiba. Beri aku kesempatan untuk bisa membalas jasa2 umi dan abi, sempatkan aku menjadi kakak tauladan bagi adik2ku.. Pertemukan aku denganMU dalam kondisi yang baik.. aku mohon. Matikan aku, dengan mati yang husnulkhatimah.

Karena aku tak sanggup, berada di nerakaMu.. walau aku pun, tak pantas di surgaMu..

#hah. Galau karena penyakit ini >_________<. Aku tahu, tidak baik sebenarnya terlalu berpikir seperti ini.. tapi.. beginilah yang sering terpikir olehku, setiap sakit ini kembali datang..
Read More »»

Jumat, 30 Desember 2011

sahabat, aku rindu!

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………

Aku kangen! Mendadak malam ini rasa itu seperti akan meledak. Aku rindu berada di tengah-tengah hangatnya sahabat2 yang lama tak bersua. Mendadak ingin melihat tawa mereka, mendadak ingin mendengar suara mereka, mendadak ingin melihat mereka! Akhirnya aku bongkar lah fesbuk mereka satu persatu. Niat ingin bisa mengobati rindu, tapi justru malah sebaliknya. Hey, I really really really miss you, guys! :(

Ocha, iwat, itok, ajim dan meil!

Hah, masing-masing sudah menempuh jalan menuju masa depan yang berbeda. Berjauhan. Terpisah oleh jarak dan kesibukan masing-masing. Yang kini membuat kita jadi tak sempat untuk saling bertanya kabar. (bahkan sekedar untuk saling bertanya kabar pun tak sempat!). aaaaaaaa…. Rasanya ingin menangis malam ini. Semua memori pahit manis asem asin tentang kalian menghunjamku. Yang sekarang membuatku ingin bisa berlari kembali ke masa lampau. Bertemu kalian!

Entah bagaimana dengan kalian, teman2..

Aku mungkin belum termasuk ke dalam daftar teman spesial bagi kalian. Tapi.. rasanya ingiiin sekali, aku ingin sekali kalian pun bisa merasakan rindu yang sama. Tentang waktu yang berputar perdetiknya bersama kalian. tentang semua kekonyolan dan hal2 bermanfaat yang kita alami bersama. Tentang perjuangan kita, tentang lelah kita yang sama, tentang persahabatan kita! Tentang sejarah dan kenangan masa SMA yang kata orang adalah masa yang paling indah..





Sesak. Rasanya bisa sampai menyesakkan begini. Semua ekspresi wajah kalian satu persatu membayangi malamku. Saat kalian tertawa, saat panik, saat lelah, saat kalian merasa tertindas(?), saat kalian kesal, semuanya. Ocha yang paliiiiiiiiing care di antara yang lain dan mudah mengerti perasaan orang, murni yang selalu bisa menjadi pengadem suasana yang bagiku selalu membawa “kantung tertawa” untuk bisa di bagi-bagikan ke orang2, itok yang terkenal dengan “slowmotion”nya dan sifat tenangnya walau disaat panik, ajim yang kemana-mana selalu membawa wajahnya yang ketika orang melihatnya, rasanya selalu ingin diajak ribut (haha), dan meil yang entah kenapa belakangan menjadi alay tak tertahankan (ada issu kalau sekarang mail cool. Hee?).

Aku simpan rapi-rapi, semua memori tentang kalian. memori berharga yang tak boleh hilang.

Apa ada waktu di masa depan, yang bisa membuat kita kembali merasakan hangat yang dulu? Aku yakin pasti ada. Pasti! Bahkan jika itu adalah di surga. Karena aku yakin, kita akan sama-sama membawa rajutan ukhuwah ini sampai ke sana. Allah yang telah mempertemukan kita, merekatkan kita dengan cintaNya, mengakrabkan kita di jalanNya.

Aku tahu aku tak boleh cengeng. Kita sudah punya jalan sukses masing-masing. Menuju muara yang sama. Aku tahu, aku harus terus bersemangat! Karena semakin cepat aku berjalan, semakin cepat aku sampai di muara itu, di tempat tujuan itu, di mana aku akan bertemu dengan kalian.

Mungkin usia akan mengaburkan ikatan kita. Ketika orang-orang yang baru kita temui di kehidupan mendatang, memenuhi seluruh perhatian kita. Yang mungkin membuat kita menjadi terlupa masa-masa indah dahulu. Tapi… aku yakin ikatan hati kita tak akan pernah akan pudar. Karena ikatan kita, adalah ikatan hati. Ikatan kenangan yang indah. Ikatan kebersamaan yang hangat.

Kalian terlalu berharga untuk di lupakan, teman..

Aku berharap, ketika kita teringat masa-masa SMA yang pernah kita lewatkan, maka kebersamaan kita inilah yang terbayang dalam benak kita..

I really miss you, guys :)
Read More »»

Selasa, 27 Desember 2011

KSH, I found a new family there :)

Aku mengenal mereka baru beberapa bulan ini. Dari namanya, KSH (kelompok studi herpetologi) sudah jelas kalau dari sini aku bisa mengenal macam2 binatang herpet : reptil dan amfibi. Dari dulu, aku selalu merasa tertarik ketika menonton acara “discovery channel” yang kebanyakan menampilkan kehidupan binatang-binatang herpet : buaya, ular.. dll. Waaa, rasanya benar-benar menjadi biolog sejati B)

Ehm.. sebenernya bukan hanya karna ingin banyak mengenal macam-macam herpet saja alasanku bergabung dengan KSH. Tapi terlebih karena aku melihat KSH adalah keluarga yang hangat.

Kocak, hebring, kemana-mana penuh tawa. Haaah.. aku bisa melupakan segala galau dan penatku ketika berkumpul bersama rakyat melata. Rakyat melata : yang kami sebut sebagai anggota KSH (termasuk aku). Dan rumah KSH, yang disebut Liang.

Umi-ku awalnya kaget, ketika pertama kali mendengar keinginanku untuk bergabung dengan kelompok studi yang kerjanya mempelajari dan mengakrabi hewan-hewan melata yang kebanyakan ditakuti orang. Ular.. buaya, kadal. Mungkin kura2 atau amfibi yang terlihat lebih ramah. Umi bilang, “masak yang takut ama kecoa malah main2 ama ular??” haha.. aku sendiri entah kenapa. Sebelumnya gak pernah terpikir akan akrab dengan ular disini. Apa itu berarti aku udah berani dengan kecoa?? *ooo… tentu aja gak. XD

Ada satu prinsip di KSH, hmm.. entah prinsip atau apa ini namanya. “teman sejati adalah teman yang pertama kali menertawakan temannya yang sedang kesusahan.” Haha. Ini terbukti ketika salah satu dari anggota KSH yang terjatuh, separah apa pun jatuhnya, yang kita lakukan pertama kali adalah tertawa. *heleh…

Senior-senior bilang, penyakit “hebring kemana-mana” ini akan terus menular ke generasi penerus. Kami, mungkin, yang sekarang masih suka malu-malu, masih polos dan lugu, masih suka enggan dan segan dengan senior2nya, lama-lama bakal ikut tertular kehebohan dan kekocakannya. Hoho.. pastinya penasaran sekocak apa dan seheboh apa kami kalau sudah berkumpul kan? Yah.. tapi sayangnya, aku ga bisa menceritakannya. Karena semua hal kocak yang terjadi itu terlalu kocak untuk diceritakan. #haha. Apa2an sih.. -,-

Terutama ketika berhadapan dengan ketua KSH-nya sendiri, yang akrab di panggil dengan mas itong. Kita harus siap kalau perut ngedadak mules karna kebanyakan tertawa. #wala…wala.. XD. Tapi mas itong hanyalah salah satu oknum yang menjadi penyebab tawa di KSH.

Awalnya aku agak takut2 untuk memilih kelompok studi ini. Padahal masih ada kelompok2 studi yang lain, seperti BIOSC misalnya, yang mungkin lebih cocok denganku karena kelompok itu menekuni tentang anggrek. Belum lagi lingkungan hebring KSH yang sebenarnya terasa ‘baru’ bagiku yang lebih terbiasa berada di lingkungan rohis. Tapi setelah semuanya terjalani.. ternyata aku bisa enjoy disini. Tentu saja, aku tidak boleh lupa dengan prinsip ke-rohis-anku *halah, emang ada? :O yang tetap harus bisa menjaga diri. Berbaur bukan berarti membaur. Aku harap, saat ilmu-ku bisa jauh lebih banyak lagi dari yang aku punya sekarang, KSH bisa jadi ladang dakwah bagiku. Dakwah dengan cara ‘khusus’. Hehe..

Semoga aku bisa berarti di KSH ini. Dan semoga ilmu yang aku dapatkan dari KSH bisa aku terapkan dalam keseharian-ku. lumayan untuk menunjang kuliahku sendiri. Dan semoga, aku justru bisa menjadi lebih baik saat berada di tengah-tengah mereka. 

KSH JAYA! KSH! :D

Foto2 bersama keluarga baru : 


we are KSH family. kami adalah rakyat melata!
habis diklat lapangan :D

the biggest frog that i have ever seen! >_< katanya masih ada yang lebih gueedee lagi. ini di temuin pas sampling diklat. *ah.. jaket itu..


agenda pelepasan tukik (bayi penyu) di Pantai Trisik *unyu2 kaaan? >__<


keluarga(?) pertamaku di KSH. her name is momo. hehe. ini ular ptyas mucosus *kalo ga salah ding.. :D









Read More »»

Senin, 19 Desember 2011

Tashiru – maaf untuk berpisah

Kau tahu tentang hatiku yang tak pernah bisa melupakanmu
Kau tahu tentang diriku yang selalu mengenangmu selamanya
Kini kusadari Bahwa semua itu
Adalah salah, juga keliru
Akan membuat hati menjadi ternodai


Reff..
Maafkanlah segala khilaf yang tlah kita lewati
Tlah membawamu kedalam jalan yang melupakan tuhan
Kita memang harus berpisah
Tuk menjaga diri
Untuk kembali arungi hidup
Dalam ridho ilahi

Kutahu bahwa dirimu
Mendambakan kasih suci yang sejati
Kuyakin bahwa dirimu
Merindukan kasih sayang yang hakiki

Kini kusadari Bahwa semua itu
Adalah salah, juga keliru ooo
Akan membuat hati menjadi ternodai

Back to reff.
Dan bila takdirnya kita bersama
Pastilah Allah akan menyatukan kita..

Back to reff
Read More »»

Rabu, 02 November 2011

galau -___-

Jogja yang belakangan berawan, hujan. Terkadang mengajak hati untuk bergalau ria. Teringat hangatnya kampung halaman, teringat abu-abunya masa lalu, terpikir masa akan datang yang masih penuh dengan tanda tanya. Saat-saat seperti ini, kadang masalah sepele pun bisa membuat hati susah. Hah, perasaan-perasaan seperti ini, yang kata orang wajar dialami anak muda, sungguh tidak mengenakkan.




Akhirnya jatuh pula lah butir-butir bening dari sudut mata ini. Saat hujan mengguyur deras atap kosan, saat semuanya sepi.

Ini bukan sekedar homesick. Entah apalah, yang belakangan mengusik pikiran ini. Kini aku terbiasa, tertawa ceria saat bertemu teman-teman di kampus. Namun menangis sendiri ketika menjelang malam di kosan. Hah, cengeng -.-“

Seharusnya kau sadar, zhr!

Ada orang-orang jauh disana, yang mencintaimu, yang menunggumu pulang membawa kebanggaan. Bukan cerita-cerita galau yang murahan. Apa kau lupa adanya kesabaran?? Apa kau lupa perjuangan orang tuamu jauh di seberang pulau sana untuk menyekolahkanmu?? Apa kau lupa dengan adik-adik yang selalu merindukan kepulanganmu??

Yak. Hati ini memaki pemiliknya. Ketika hal ringan kuanggap berat untuk kuhadapi, maka hati ini akan mempertanyakan kemana janji dan tekad yang telah aku buat sebelum melangkah kesini. Jika datang ke sini hanya untuk menyerah, kenapa bukan dari awal saja?

Jangan cengeng, zhr. UTS kini di depan mata. Jika kau ingin membalas peluh orangtuamu dengan kebahagiaan, kau tau apa yang harus kau lakukan kan?

Ayo semangat, ayo kuliah, ayo fokus, ayo belajar, ayo bersabar!

3.3! berkat seseorang, angka keramat ini bisa menjadi semangat untukku. Terima kasih, ayo sama-sama berjuang! :)
Read More »»

Jumat, 23 September 2011

Because I miss you – Yonghwa oppa :)

늘 똑같은 하늘에 늘 같은 하루
neul ttokgateun haneure neul gateun haru
 그대가 없는 것 말고는 달라진 게 없는데
geudaega eomneun geot malgoneun dallajin ge eomneunde
 난 웃고만 싶은데 다 잊은 듯이
nan utgoman sipeunde da ijeun deusi
 아무일 아는 듯 그렇게
amuil aneun deut geureoke
웃으면 살고픈데
useumyeon salgopeunde

그리워 그리워서 그대가 그리워서
geuriwo geuriwoseo geudaega geuriwoseo
매일 난 혼자서만 그대를 부르고 불러봐요
maeil nan honjaseoman geudaereul bureugo bulleobwayo

보고파 보고파서 그대가 보고파서
bogopa bogopaseo geudaega bogopaseo
이제 난 습관처럼 그대 이름만 부르네요
ije nan seupgwancheoreom geudae ireumman bureuneyo
오늘도
oneuldo

난 보낸줄 알았죠 다 남김없이
nan bonaenjul aratjyo da namgimeobsi
아니죠 아니죠 난 아직 그대를 못 보냈죠
anijyo anijyo nan ajik geudaereul mot bonaetjyo

그리워 그리워서 그대가 그리워서
geuriwo geuriwoseo geudaega geuriwoseo
매일 난 혼자서만 그대를 부르고 불러봐요
maeil nan honjaseoman geudaereul bureugo bulleobwayo

보고파 보고파서 그대가 보고파서
bogopa bogopaseo geudaega bogopaseo
이제 난 습관처럼 그대 이름만 부르네요
ije nan seupgwancheoreom geudae ireumman bureuneyo
오늘도
oneuldo

하루하루가 죽을 것만 같은 어떻게 해야 해요
haruharuga jugeul geotman gateune otteoke haeya haeyo


사랑해 사랑해요 그대를 사랑해요
saranghae saranghaeyo geudaereul saranghaeyo
말조차 못하고서 그대를 그렇게 보냈네요
maljocha motagoseo geudaereul geureoke bonaenneyo


미안해 미안해요 내말이 들리나요
mianhae mianhaeyo naemari deullinayo
뒤늣은 내 고백을 그댄 들을 수 있을까요
dwineuseun nae gobaegeul geudaen deureul su isseulkkayo
사랑해요
saranghaeyo
.
TRANSLATION
.
Always under exactly the same sky, always exactly the same day
Other than your not being here, there’s nothing different at all


I just want to smile, want to forget everything
Just like absolutely nothing has happened, smiling to live my days
 

Miss you, miss you so much, because I miss you so much
 

Everyday all by myself, calling and calling you
Want to see you, want to see you, because I want to see you so much
Now it’s like I have this habit, keep calling out your name
 

It’s the same today I thought I’d let go, not leaving anything behind
No, no, now I still can’t let you go
 

Miss you, miss you so much, because I miss you so much
Everyday all by myself, calling and calling you
 

Want to see you, want to see you, because I want to see you so much
Now it’s like I have this habit, keep calling out your name 

It’s the same today
 

Everyday, everyday, it feels like I’m gonna die, what should I do?
 

Love you, love you, I love you
I hadn’t even spoken the words, I just let you go
 

Sorry, sorry, do you hear my words
My late confession, can you hear it
I love you.

Read More »»

Celoteh gaje

Karma. Aku menyebut ini sebagai karma. Ya… mungkin ini yang harus aku rasakan agar bisa mengerti perasaan orang lain. Cukup pilu dan berlinang air mata ternyata. Selama ini aku selalu berpikir, apa rasanya menjadi ‘mereka’? sedihkah? Tabahkah? Bisakah mereka melupakan tanpa merasa tersakiti?

Pertanyaan demi pertanyaan itu kini separuhnya bisa terjawab. Terjawab oleh memar-memar hati yang kini aku rasakan. Luka yang sebenarnya aku sendiri yang membuatnya. Seperti luka ‘mereka’, luka yang mereka buat sendiri. Memar, tak berdarah namun tetap saja terasa ada yang sakit bila tersentuh. Ah, hati ini lemah sekali.

Aku yakin, setiap luka selalu ada obatnya, setiap duka selalu ada akhirnya, setiap pilu selalu ada ujungnya. Tak akan selamanya begini, kan? Mungkin memang butuh waktu. Entah sampai kapan. Tapi segeralah, segeralah luka ini sembuh. Luka dari AKU yang bodoh.

Ternyata beginilah sesaknya. Melihat kenyataannya yang ternyata tak semanis kesan pertama. Aku telah terjebak bahkan pada langkah awalku. Benar-benar masuk perangkap halus ini. Perangkap yang menyebalkan ini. AKU yang bodoh! mudah percaya pada penglihatan pertama. Mudah meyakini pada kesan pertama.

Semua yang susah payah aku rangkai, hampir lebur begitu saja. Hanya karena beberapa hari yang aku lalui ini. Beberapa hari?! Sungguh aku merasa menjadi manusia BODOH.
Berjalan di tanah yang sama, memandang langit yang sama. Namun ternyata berbeda dunia.. duniaku tak pantas menjadi dunia itu. Tak boleh menjadi dunia ‘itu’. Karena itulah… sesekali dalam helaan nafasku, aku berharap dunia ‘itu’ yang nantinya perlahan akan berubah. menjadi dunia yang sama dengan dunia yang aku pijak ini.

Walau itu terlihat hanya mimpi belaka. Sulit, pastinya akan sulit. Dunia yang berbeda akan sulit untuk berputar bersama. Berotasi beriringan. Tidak mungkin karena itu akan sangat sulit.

Jadilah aku hari ini, berusaha berkutat hanya di dunia yang kondusif untukku ini. Berusaha untuk tidak mengintip dunia yang membuatku merasa perih itu. Karena di dunia itu aku menemukan hal yang tidak ingin aku temukan. Jadi aku berharap, dunia itu pun tak usah lagi peduli pada apa yang aku lakukan. Tak perlu lagi mengajakku bicara, tak perlu lagi membuatku merasa hangat.




Don’t treat me like a little pussy, please. Karena aku bukan kucing kecil yang butuh di kasihani. Biarkan aku, dengan duniaku sendiri.
Read More »»

Welcome, eighteen :)

6 sepetember lalu. 2011. [baru sempat posting >__<]





ini tahun baru-ku. dimana aku, delapan belas tahun yang lalu, di takdirkan untuk lahir dengan selamat. Alhamdulillaaah :) happy birthday, zhr!

aku tahu dan paham, usia ini usia yang amat sangat labil. dikatakan dewasa, usia ini belum dewasa. Dikatakan anak2, usia ini sudah tak pantas lagi di sebut anak2. Usia pembelajaran, usia pendewasaan, usia kepompong. Hah, cepat sekali rasanya..

rasanya baru kemarin, aku menjadi kanak2. Merasa girang saat di belikan mainan, bersorak sorai ketika diajak ke kebun binatang, berlari-lari ketika di suapi makan oleh ummi, merajuk2 minta di gendong pada abi. Hmm, semuanya terasa baru kemarin. Baru kemarin aku mengalami itu semua. Tapi, pada kenyataannya, aku sudah berdiri di atas angka delapan belas.

hari ini, hari ulang tahunku. Yang aku tahu, hari ini adalah hari, dimana aku akan mengemban amanah yang lebih besar lagi. Hari dimana aku harus bisa menjemput kata ‘dewasa’ itu. Memaknainya dengan pemikiran yang bukan lagi kanak2, juga menjadikannya sebagai kepribadian. Hari dimana aku harus mengurangi kadar egoisme yang aku miliki saat menjadi anak2. Yah, mungkin aku belum dewasa, tapi hari ini, aku harus berusaha menjadi dewasa. Menjadi orang yang lebih lapang hati, menjadi orang yang lebih pengertian pada setiap hal di sekitarku, menjadi orang yang lebih berbakti pada orang tua, menjadi orang yang lebih rajin lagi dalam beribadah. Dan harus menjadi kakak, yang bisa menjadi panutan bagi ke-lima adekku di rumah..

yang aku tahu.. hari ini adalah hari, dimana langkahku semakin dekat dengan stasiun terakhir. Ajal. Mungkin keretaku kini masih terlihat baru, penuh semangat muda. Tanpa lecet, dan belum banyak noda. Tapi tak ada yang tahu, jika suatu saat, keretaku yang terlihat masih baru ini akan berhenti tiba2. Ya, aku semakin dekat dengan hari itu. Entah kini aku mendekati surgaNya, ataupun nerakaNya *audzubillah.. aku berharapa, Allah terus membimbingku tetap bertahan di jalan surgaNya walau banyak liku. Dan aku berharap, jikalau kereta-ku harus berhenti, semoga saja berhenti di tempat yang baik. Amiin >_< 

ada yang sedikit berbeda dengan tahun ini. Di hari ini, aku merenung sendirian di kamar kosan yang sepi. Teman satu kos-ku sudah tertidur semua. Jauh, jauh dari keluarga-ku di Kota Padang sana… jarak beribu2 kilometer memisahkan kami beberapa hari lalu. Tanggal 1 september, aku menginjakkan kaki di Kota Jogjakarta untuk menuntut ilmu. Untuk menjalani peran sebagai mahasiswi. Dan ini, adalah salah satu amanah yang akan aku emban di umur delapan belas ini. semoga.. amanah ini bisa aku jalankan dengan baik. 

Semoga, di usia ini, aku bisa menghilangkan galau2 tidak jelas yang hanya bisa menurunkan keimananku. Dan semoga, di usia ini, aku menjadi insan yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya. Amiin, ya Allah.. >_<
Read More »»

Jogja

Jogja. Tanpa terasa langkahku sudah tiba di kota ini. Tanggal 1 september lalu. Banyak hal yang ingin aku ceritakan, menulisnya dalam untaian kata, dan mempostingnya disini. Tapi ternyata, kehidupan di awal kuliah yang benar-benar sibuk itu membuatku tak sempat menuliskannya. Ditambah lagi dengan kosan yang belum memiliki jaringan internet. Aku merasa ribet kalau harus ke warnet. Hehe.

Jadi, inilah cerita singkat itu… :)



Berawal dari langkah-langkah beratku di Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Hati rasanya berembun saat itu. Membayangkan bahwa, butuh waktu yang cukup lama untuk bisa melihat semua tingkah polah adek-adekku. Melepas peluk hangat kedua orang tuaku. Membawa restu mereka ke seberang pulau. Hah, setiap orang memang harus dewasa. Dan mungkin inilah langkah awal untuk menjadi dewasa itu.

Menangislah sebentar saja. Ya, sebentar saja, lalu hapus air mata itu. Ada dunia yang harus aku arungi, dan karena itulah aku harus menjadi kuat bagaimanapun caranya. Aku yakin mereka, orang-orang yang aku cintai ini, akan baik-baik saja. Karena itulah aku juga harus merasa baik-baik saja. Harus kuat meraih mimpi, yang juga mimpi mereka.

Yah, hanya dalam hitungan jam. Kakiku sudah mendarat di tanah jogja. Masih ada sedikit embun saat itu. Baru saja melangkah, hatiku sudah merindu pada rumah. Dalam diam ku tatap setiap sudut jogja yang bisa ku lihat. Semuanya seperti meneriaki-ku saat itu. “semangatlah, zhr! Kau harus berjuang untuk mimpi2mu!” gemuruhnya. Memenuhi dadaku yang sebelumnya terasa hampa.

Yap, yap.. aku harus kuat. Tidak lagi menjadi gadis kecil yang dulu sering merengek minta di gendong ummi. Atau yang dulu selalu ngambek setiap abi nyanyi karena waktu kecil aku tidak suka abi bernyanyi. Haha.
Menjadi anak kosan, menjadi mahasiswa baru yang mengikuti ospek, duduk di bangku kuliah. ini juga adalah salah beberapa dari mimpi2ku dahulu. Jika ini bisa kuwujudkan, InsyaAllah, mimpi2 lainnya pun akan aku susul!

Biologi UGM. Semoga aku bisa jadi yang terbaik. semangat! >_<
Read More »»