Minggu, 29 April 2012

#Introspeksi


Siang ini terasa lebih terik dari biasanya. Aku mengkayuh sepedaku dengan terengah-engah. Ingin rasanya segera sampai di kosan dan bersantai sambil minum minuman dingin. Kota pelajar ini belakangan memang terasa lebih panas. Membuat aku jadi semakin malas keluar dari kosan kalau bukan karena ada agenda kampus.

Lampu merah menyala, aku terpaksa ikut berhenti bersama rombongan kendaraan lainnya. Ya ampun.. panas-panas begini harus berjemur di tengah-tengah jalan raya!. Sempat-sempatnya aku mengeluh. Sambil menunggu lampu berubah menjadi hijau, aku mengedarkan pandangan ke sekelilingku. Di antara motor dan mobil yang menyesakkan jalan, mataku menangkap sosok remaja tanggung dengan wajah kumal. Ia sibuk melap kaca jendela mobil yang sedang terjebak di lampu merah tanpa diminta oleh si-pemilik kendaraan. Mungkin ia berharap setidaknya orang yang berada di dalam mobil itu akan memberikan sedikit recehnya untuk menyambung hidupnya. Namun yang ia dapatkan hanya gerakan tangan tanda menolak dari sang pemilik mobil. Entah dengan tatapan apa aku melihat anak remaja yang kurang beruntung itu. miris rasanya..

Disisi lain, aku melihat ada seorang bapak-bapak yang sedang berdiri di pinggir trotoar jalan, menimang-nimang anak yang sedang digendongnya. Rasa letih begitu kentara terlihat dari wajahnya. Lama juga aku menatap bapak-bapak itu, juga melihat anak yang digendongnya. Masih sangat kecil, mungkin seumuran bayi yang baru bisa berdiri. Panas-panas begini, sudah dibawa berjemur oleh sang ayah, ikut tersengat oleh cahaya matahari siang terik.. beliau kemudian memanggil dua orang anak kecil yang sedari tadi sudah berkeliling dari satu mobil ke mobil lainnya, dari satu motor ke motor lainnya, meminta sekoin dua koin. Lalu berbicara dengan anak-anak itu entah membicarakan apa karena aku masih belum bisa mengerti bahasa orang sini. aku jadi bingung harus berkomentar apa. Aku yakin sebenarnya bapak itu pun tak mau menyakiti anaknya. Tapi, apa boleh buat?



Lampu lalu lintas mendadak berwarna hijau. Tak bisa lama-lama aku mengamati anak remaja atau bapak-bapak itu. aku harus kembali mangkayuh sepedaku mengikuti arus kendaraan lain. Pulang menuju kosan. Melepas lelah. Tapi setiba di kosan, dua orang itu membuat aku jadi berpikir..

Entah mereka yang memang bernasib tak beruntung atau dunia yang terlalu kejam?

Tidak ada satu orang-pun yang berharap lahir di dunia dengan masa depan yang tak pasti. Setiap orang normal, pasti akan selalu mengharapkan kebahagiaan terjadi pada setiap episode hidupnya. Fisik yang rupawan, otak yang cerdas, harta yang mencukupi, keluarga yang bahagia, dan masa depan yang cerah. Atau paling tidak, memiliki salah dua atau tiga dari kriteria bahagia tersebut. Mungkin defenisi bahagia bagi setiap orang berbeda, tapi tidak menutup kemungkinan setiap orang berharap untuk memiliki itu semua. Termasuk mereka. Ya, mereka pun mungkin berharap itu semua ada dalam hidupnya. mereka yang berbaju kumal, yang menenteng gelas atau ember kecil penampung receh, yang memikul sekarung botol-botol bekas dipunggungnya, yang menggenggam gitar usang di tiap-tiap lampu merah. Berharap, paling tidak mereka masih bisa makan esok hari..

Bukan mereka yang memilih menjadi orang-orang yang terjebak dalam kondisi seperti itu! mereka juga ingin memiliki mimpi dan bebas mewujudkannya dengan fasilitas yang memadai. Mereka juga ingin bisa hidup layak tanpa harus meminta-minta atau mengandalkan barang bekas orang lain. Mereka juga ingin, setidaknya sekali saja, makan ditempat-tempat mahal yang sering mereka lihat di iklan-iklan tv. Mereka juga ingin punya pakaian bagus dan bermerk. Mereka juga ingin punya rumah sendiri yang layak dan nyaman. Mereka juga ingin sekolah dan bisa kuliah. tapi mungkin karena nasib mereka yang tidak beruntung atau dunia yang terlalu kejam.. Sehingga semua keinginan itu harus membeku.

Yah.. setiap orang memang berhak memiliki pandangan yang berbeda. Mungkin ada juga yang berpikir mereka itu bernasib seperti itu karena kesalahan mereka sendiri yang tak mau berusaha merubah hidupnya. Malas bersakit-sakit dahulu untuk bersenang-senang kemudian. Tidak pandai memanfaatkan celah kesempatan yang ada, hingga nasib mereka, turun temurun begitu-begitu saja. Tapi.. cobalah berpikir, sekali saja, berpikir bagaimana seandainya kita bertukar tempat dengan mereka. Menjalani hidup mereka, merasakan kelaparan mereka..

Melihat mereka, sempat terbesit pikiran bodoh dalam otakku, apa Allah itu tidak adil? Disaat shubuh baru beranjak, kulihat seorang nenek mengorek-ngorek tempat sampah mencari barang-barang bekas yang masih bisa ia jual. Itupun hasilnya tak seberapa dibandingkan dengan lelah kaki tuanya yang berjalan menyusuri tempat sampah demi tempat sampah. Dan disaat yang sama, para petinggi-petinggi korup sedang asyik masyuknya menyeruput kopi pagi. Atau mungkin masih ada yang nyenyak dibalik selimutnya. Tak perlu bersusah payah meniti jalanan untuk mencari makan. Hanya dengan menandatangani ini itu, sejumlah rupiah dalam skala besar bisa langsung masuk ke rekening banknya. Sekali lagi, apa Allah itu tidak adil?

Tapi, entah bagaimana cara menjelaskannya, aku tahu Allah itu adil. Allah itu Maha adil.

Bagi orang-orang yang hidup dengan berlimpah nikmat. Bukan pula mereka yang memilih ada dalam kondisi serba berkecukupan atau-pun lebih seperti itu. ingin apa pun tinggal beli, semua serba tinggal menggesek kartu kredit. Baju bagus-bagus, makan tak perlu berpikir berapa harganya, tidur bisa nyenyak di kasur empuk, punya rumah mentereng, ingin sekolah dimana pun bisa! Bukan mereka yang “memilih” menjadi kaya, tapi Allah-lah yang berkehendak. sekali saja Allah ingin mencabut semua nikmat itu kembali.. semuanya bisa saja hilang. Suatu saat nikmat itu bisa saja hilang..

Allah yang mengaturnya. Allah yang menciptakan keadaan yang tampak timpang ini. Bukan berarti Allah itu tidak adil. Allah itu maha Adil. Keadaan timpang ini diciptakan untuk membuat makhluk yang diberi akal ini bisa berpikir, bagaimana caranya bisa saling melengkapi satu sama lain. Agar yang mereka bernasib lebih baik, berpikir untuk bisa berbagi, bukan semakin tenggelam dalam keinginan-keinginan yang tak pernah sampai pada batas kepuasan. Agar mereka yang mungkin kurang beruntung bisa berpikir untuk bersabar menjalani hidup.

Aku merasa tertampar. Selama ini masih sempat-sempatnya merasa tidak puas dengan apa yang aku miliki sekarang. Mengeluhkan hal-hal sepele. Merasa kekurangan ditengah kecukupan. Aku disini, kakiku disini, memijak tanah kota pelajar yang tak pula semua orang bisa memijaknya. Duduk disini, di bangku kuliah yang tak semua orang bisa merasakannya. masih bisa makan sampai kenyang, masih bisa berpakaian bagus. Seharusnya itu menjadi “cukup” bagiku.

Astaghfirullah…
Aku tak boleh menutup mataku untuk mereka, bukan? Kelak aku harus bisa menjadi orang yang setidaknya, bisa memberi satu catatan kebahagiaan dalam hidup mereka. Untuk bisa berbagi, aku harus berjuang. Tidak menyia-nyiakan apa yang aku miliki sekarang. Harus melejit cepat menjadi orang besar yang bisa menolong banyak orang. Menjadi orang yang mengerti tentang ‘keadilan’ Allah. Karena nikmat yang aku punya, bukan untuk aku sendiri, tapi juga untuk bermanfaat bagi ‘mereka’. Walau kini tanganku masih belum mampu merangkul mereka.. tapi, insyaAllah, suatu saat nanti..

Sudahkah cita-cita kita dirancang untuk dapat bermanfaat bagi banyak orang? Khususnya bagi orang-orang yang membutuhkan ‘manfaat’ dari kita kelak. Karena sebaik-baiknya manusia, adalah yang bermanfaat bagi orang lain..

Aku harus peduli pada mereka. kita harus peduli pada mereka..
Read More »»

Selasa, 24 April 2012

Sahabat yang aneh :p


Hmm.. kalau aku mengingat bagaimana awalnya kami bisa saling kenal, haha, rasanya tidak masuk akal. Aku tidak menyangka justru akan mendapatkan seorang sahabat dari sebuah perkenalan yang aneh. Sahabat yang aku temui di langkah pertama-ku menuju dunia perkuliahan. Entah mungkin karena kami memiliki karakter yang sama, (tapi sepertinya tidak. Haha) atau entah apalah, yang akhirnya membuat kami begitu cepat akrab satu sama lain. Yap, sama halnya dengan cinta, ternyata persahabatan pun bisa terbentuk tanpa perlu alasan…



Dia itu orang yang aneh. Sangat aneh. Memiliki cara yang aneh untuk bisa membuat orang di sekelilingnya bersemangat. Entah itu lewat ceritanya, kata-katanya, atau mungkin lewat sikapnya. Sudah hampir satu tahun aku bergelut di negeri rantau, menuntut ilmu, menghadapi dunia baru. Terkadang ada moment2 dimana aku merasa jenuh dan letih dengan semua langkah yang aku pijakkan disini. Ada saat dimana aku benar-benar merasa terpuruk dan berpikir ingin menyerah dan kembali pulang ke kampung halaman. Rindu rumah, lelah berjuang sendirian disini, capek menghadapi masalah2 yang tak pernah usai, apalagi dengan penyakit yang sedikit banyaknya mengangguku disini. Tapi, yah.. begitulah. Dengan caranya yang aneh dia bisa kembali membuat aku bangkit disetiap jatuhku. Bagaimana caranya ia menyemangati orang lain, aku sendiri sulit mendeskripsikannya disini. Ckck..

Padahal aku sangat tahu, kondisi dia bahkan lebih terpuruk daripada aku. Terpaksa melepas keinginan dan cita-cita yang sedari dulu begitu mengental dalam angan-angannya. Setelah terpaksa melepas itu semua, ia pun dipaksa untuk bergumul dan berjuang didunia yang sebenarnya sedari dulu ia hindari. Ia lebih kepayahan, membangun semangat yang sesaat terbentuk, namun sesaat kemudian mudah pula porak poranda. Kepayahan, mengikuti langkah orang-orang sekitarnya yang terasa begitu cepat. Yah, memang tidak mudah melepas mimpi yang sudah lama kita idamkan, dan kemudian harus mencapai mimpi orang lain yang sebenarnya tidak kita sukai. Bahkan walaupun itu adalah mimpi orang tua kita.

Dia aneh. Ya.. dia itu sangat aneh. Sudah jelas dia tidak suka bidang ini, tidak ingin di bidang ini. tapi masih saja tak mau melawan orang tuanya. Tapi tetap saja manut dengan keinginan orangtuanya. “kita ini anak.. udah terlalu sering membuat orangtua merasa payah dan sedih. Kapan lagi kita bisa membuat orang tua senang?” katanya dulu. Aku lagi-lagi, ya.. tidak bisa mengatakan apa-apa. Itulah jalan yang memang dipilih dan harus dijalaninya. Sejauh yang aku bisa, aku hanya bisa menyemangatinya, walau mungkin itu tak seberapa baginya. Juga berdoa, semoga ia pun bisa menemukan cintanya dengan dunianya yang sekarang.

Dia aneh.. tapi juga sangat baik. :)

Aku, bahkan mungkin tidak hanya aku, tapi juga banyak orang yang sudah merasakan kebaikannya itu. Merasakan energi positifnya yang selalu ia perlihatkan ke banyak orang. Sepertinya, ia pandai sekali menyembunyikan masalah, ataupun penat yang ia alami selama disana. Katanya aku orang yang pertama yang menjadi tempat curhatnya. Selama ini ia selalu tertutup mengenai masalah2nya terhadap orang lain. Dia bilang aku lah orang yang terpilih untuk mendapatkan “kutukan” itu, menjadi tampat curhatnya. haha, dengan senang hati, hey sahabat J. Jika luka-luka yang aku miliki bisa sembuh ketika bersamamu, maka aku juga harus bisa menyembuhkan luka-lukamu. Begitulah sahabat, kan? 

Jadi.. jangan ragu, jangan ragu menumpahkan semua yang ingin kau katakan namun tak bisa kau katakan pada orang lain. Aku siap menjadi “tempat sampah”mu. Aku siap, dan aku ingin :)

Sabar.. aku tahu kau paling pandai dalam hal ini. ketika kau sudah memutuskan dan berjanji akan berjuang, maka berjuanglah! Tidak ada jeleknya ketika kau berhasil justru di dunia yang berat bagimu. Justru malah membanggakan, bukan? Orang sukses, di dunia yang ia senangi, itu sudah sangat biasa. Tapi kita tidak boleh jadi orang yang “biasa”, bahkan walaupun kita menjadi orang yang sukses. Kau dan aku, kita akan berjuang! Kita akan berjuang mencapai tujuan yang sekarang ada di depan kita. Suatu saat kau pasti akan menemukan cinta itu, disana, walaupun mungkin belum sekarang. Tenang, aku jamin itu tak akan begitu lama, jika sekarang kau mulai benar-benar mau membuka hati mu dengan dunia itu.. cinta itu ada dimana-mana! :D

Kau di masa depanmu nanti, akan menjadi orang yang dibutuhkan oleh banyak orang. Bahkan mungkin termasuk aku. Jadi, demi orang-orang yang menunggumu itu, juga aku, berjuanglah! Kami menunggumu :)

iya, aku tahu pasti berat. Tapi, masih ada aku kan? Yang akan selalu siap menyemangatimu!

#walau kadang semangatku gak ngefek sih.. :(
hehe.. ayo berjuang! Seperti yang sering kau bilang, FIGHTO!


Read More »»

Minggu, 18 Maret 2012

#kangen


"kangen. kangen berada di tengah-tengah mereka. tapi tak ada pilihan lain, bukan? selain bertahan disini dengan terus bersemangat. beberapa bulan lagi. sabar dong zhraaaa...
saat pulang nanti, kamu harus bawa oleh2 cumlaude dari sini.
jadi,
jangan nyerah ya, zhr!"
Read More »»

Kamis, 15 Maret 2012

waktunya menjadi dewasa, waktunya untuk bersemangat :)


*fiuuuuuhhh…
wah, nyaris berdebu blog ini ternyata. Sudah sebulan tidak lagi mengurai kata disini. Haah… sebenarnya selama sebulan ini kata per kata hadir dalam pikiranku, ingin segera di tuang di blog ini. Tapi kuliah semester genap ini ternyata benar-benar merebut waktu luangku. Sibuuuuukkk….. *sok2an. Hehe

Tapi bener, melelahkan rasanya. kembali berhadapan dengan materi-materi kuliah yang banyak dan sulit. Malam-malamku kembali di temani oleh tugas maupun laporan. Belum lagi beban pretest setiap hari yang menjanjikan. Menjanjikan kalau soalnya sulit! Beuuuh… hingga terkadang aku tenggelam dalam pengandaian.. andai saat ini masih putih abu-abu..

Bangga sih, saat aku *sok* sibuk mondar-mandir dimacam-macam laboratorium dengan jas lab-ku. lengkap dengan masker dan gloves. Melewati praktikum ini dan itu. akrab dengan mikroskop, dengan macam-macam spesimen awetan yang bau formalinnya bikin mual-mual, dengan alat-alat labor, dan dengan mbak, mas asisten labor yang hebat-hebat. Berasa jadi ilmuwan yang sebenarnya walau ilmu masih cetek sekali.  :D tapi…. 

Capeeeeeeeeeeeeekk… iya. Letih sekali rasanya. hari sabtu dan minggu yang sebenarnya di jadwalkan untuk mengistirahatkan badan terkadang terganggu dengan jadwal lain yang masih berbau kampus. Kalau sakit kumat, atau bener-bener butuh istirahat di tengah himpitan tugas, aku jadi kangen rumah :(

Hm. Mana boleh aku ngeluh begini kan?

Yaaaaaapp! Mana boleh aku mengeluh disaat di luar sana masih ada yang mampu berjuang lebih keras lagi bahkan dalam keadaan yang jauh lebih terbatas lagi. saat ini aku sadar, letih yang aku hadapi ini kelak juga akan mendewasakan aku. Membuatku siap menghadapi dunia masa depan yang mungkin mengerikan dan lebih berliku. Aku tidak ingin terus menerus di virusi oleh galau! Ga mauuuuu! X(

Karena itu aku harus bangkit, bertahan, dan tetap melangkah :)
Masalah-masalah yang aku hadapi seiring jalan mendewasakan aku. Setidaknya, menurut kacamata-ku begitu. Semakin sering terbentur oleh masalah, rasanya semakin lapang hati ini menerima semua keadaan. ya, walau belum stabil, tapi kini aku merasa sudah beranjak dewasa. :) :) :)

Demi adik-adikku yang juga rindu aku, demi orangtua-ku yang selalu menyebut namaku dalam doanya, demi orang-orang yang aku cintai. Aku tak boleh lama-lama tenggelam dalam masalah, tenggelam tanpa penyelesaian. Diantara siapa-pun orang di dunia ini, merekalah yang paling penting dalam hidupku. Mereka. Umi, abi, dan adek-adekku. Aku tahu aku harus fokus untuk sukses disini. Menikmati keletihan-keletihan ini. Karena disana.. mereka-pun berjuang untuk aku.

Semangat, zhr :)

seperti yang kau katakan, menggapai langit :)
#untuk seseorang.. aku juga ingin kau terus bersemangat mengejar mimpi-mimpimu. Menemukan potongan-potongan langit hingga nanti semuanya ada dalam genggamanmu. Aku mengajakmu untuk melupakan masalah “itu” sejenak. Setidaknya, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk di sia-siakan hanya dengan memikirkan masalah “itu”. aku yakin kau tahu apa yang aku maksud. Bahkan bagiku ini berat. Berat rasanya, entah bagaimana denganmu. Tapi yang pasti, kau harus selalu punya lilin kecil di hatimu. Hingga jika aku tak ada, masih ada yang bisa menerangimu. Kelak, mungkin ada waktunya kita bisa saling berbagi lilin, saling menerangi. Bahkan mungkin, kelak kita sendiri-lah yang akan menjadi lilin itu. yap, kelak.. 


Read More »»

Sabtu, 28 Januari 2012

teardrops in the rain - CN Blue

No one ever sees, no one feels the pain
Teadrops in the rain

I wish upon a star, I wonder where you are
I wish you're coming back to me again
And everything's the same like it used to be

I see the days go by and still I wonder why
I wonder why it has to be this way
Why can't I have you here just like it used to be

I don't know which way to choose
How can I find a way to go on ?
I don't know if I can go on without you oh

Even if my heart's still beating just for you
I really know you are not feeling like I do
And even if the sun is shining over me
How come I still freeze ?
No one ever sees, no one feels the pain
I shed teardrops in the rain

I wish that I could fly, I wonder what you say
I wish you're flying back to me again
Hope everything's the same like it used to be

I don't know which way to choose
How can I find a way to go on
I don't know if I can go on without you, without you

Even if my heart's still beating just for you
I really know you are not feeling like I do
And even if the sun is shining over me
How come I still freeze ?
No one ever sees, no one feels the pain
I shed teardrops in the rain

Oh... I shed teardrops in the rain
Oh... Hey... Teardrops in the rain

Even if my heart's still beating just for you
I really know you are not feeling like I do
And even if the sun is shining over me
How come I still freeze ?
No one ever sees (no one) no one feels the pain (no one)
I shed teardrops in the rain
Teardrops in the rain
Teardrops in the rain
Teardrops in the rain... 

Read More »»

Kamis, 26 Januari 2012

Kata orang ini liburan..

Aku masih ingat saat angin sepoi-sepoi menampari pipiku sore kemarin. Bersepeda sendirian di tengah lalu lalang keramaian jalan kaliurang. Sore yang sejuk. Sesaat aku merasa tak masalah dengan kesendirianku di sini, di kota ini. Saat teman karibku rata-rata sudah bercengkrama hangat dengan keluarganya masing-masing di rumah.. aku masih disini, masih melanjutkan langkah mimpi-mimpiku walau kini sedikit melambat.

Kata orang ini liburan.. hanya aku habiskan seharian di kosan, sendirian. Mencari kegiatan yang sebenarnya sia-sia. Bolak-balik di depan laptop, sedikit beres-beres kamar, menukar-nukar channel tv, dan kembali di depan laptop. Haaaah… adek-adekku di rumah, sedang apa mereka sekarang? Apa mereka merindukan hadirnya aku? Atau hidup terasa sama dengan ada atau tidaknya aku.

Iyalah.. aku kakak yang galak. Hehe. Mungkin adek-adekku juga butuh waktu untuk bisa tenang dari segala omelanku. Biarlah mereka tumbuh bebas, berlarian puas di gang2 rumah bersama anak2 lain. Bermain dalam imaji mereka yang tak pernah punya batas. Belajar dari alam sekitar yang akan membuat mereka sedikit demi sedikit mengerti kalau suatu saat.. mereka akan dewasa..

Ah.. andaikan aku punya doraemon seperti nobita. Ingin rasanya meminta mesin waktu yang mungkin bisa memutar semua kejadian yang terjadi dari awal. Aku ingin kembali ke masa lalu, menjadi kanak-kanak yang berimajinasi tinggi. Yang bisa terbang bebas tanpa takut terjatuh. Mengawali semuanya kembali, mungkin dengan cara yang jauh lebih baik.

Kata orang ini liburan.. yah, setelah dua minggu berjibaku dengan soal-soal ujian yang membuat penat kepala dan hati. Kini bisa terbebas sementara dari tuntutan memegang buku. Bisa rehat sejenak dari semua yang berbau “belajar”. bisa melahap film2 yang tak pernah sempat di tonton saat sedang kalut di dunia perkuliahan. Bisa mengobrol selama mungkin dengan taman-teman maya di fesbuk. Bisa bercerita panjang di blog.. hal2 yang, yah.. sekilas mungkin terasa menyenangkan. Namun ternyata membosankan.

Ayolaaah.. mungkin rasanya lebih baik rektor meniadakan liburan kali ini. Karena aku tak bisa pulang semester ini ke rumah di seberang pulau itu. haha, egois memang. Tapi aku benci sendirian tanpa ada kegiatan pasti, lama-lama hatiku bisa mati. Menatap dinding, bertanya.. “hei, kenapa kau menatapku?!”. Padahal dinding hanya diam membisu. Hah, benar kan! Aku butuh tempat pengungsian! Yang di dalamnya ada manusia, yang bisa aku ajak bercengkrama. Menemani liburanku yang kali ini benar2 membosankan.

“padaaaaaaaaaaaaang..!!”

Sesaat aku cemberut saat salah seorang seniorku yang sudah pulang kampung memanas2i ku lewat chatting. Hih, hobi banget bikin orang mupeng -__-“. Iya yah, penasaran kota padang seperti apa sekarang.. rumahku.. kamarku.. apa masih sama seperti dulu saat aku tinggalkan?

Ah, tak apa.. sudahlaah.. toh, ini memang resiko yang dari awal sudah wajib aku ambil. Kuliah di kota perantauan.. yang jaaauuuh jaraknya kata tetangga-tetangga rumahku. “kenapa jauh sekali kuliahnya?” aku masih ingat pertanyaan yang dilontarkan salah satu ibu2 sebelah rumah saat mendengar kabar bahagiaku itu. sekarang, aku jadi lebih memikirkan pertanyaan itu. iya yah, kenapa jauh sekali aku kuliah?

Aku, gadis kecil yang bahkan masih sering dianggap adek dirumah, walau aku anak pertama. Mengambil langkah jauh ini. Dengan mata yang masih kabur tentang masa depan. Fiuuh.. semoga lambat laun semua terlihat jelas dan pasti. Hingga aku tak lagi dihinggapi kegalauan yang tak berguna.

Aku sempat iseng, membuka album foto senior lama yang kuliah di kampus yang duluuuuu sangat ingin aku tempati. Melihat beliau dan teman-temannya berfoto dengan tawa lepas bersama jas hijau gelap(sebenarnya warnanya apa ya?) kebanggannya. Bagaimana kalau seandainya aku ada di antara mereka ya? Kampusnya tidak sejauh kampus aku sekarang.. mungkin kalau aku kuliah disana, saat ini aku bisa pulang kerumah karna biaya perjalanannya akan lebih murah. Padahal dulu aku sudah meminjam jas salah seorang teman yang sudah lebih dulu kuliah di sana. Memakainya dan berfoto dengan harapan suatu saat juga akan memiliki jas yang serupa..

Tapi takdir memang tak bisa di ganggu gugat.. karna jalanku sudah ditetapkan disini. Jalan yang Allah tetapkan untukku. Walau aku masih gamang, tapi aku sudah bisa merasakannya. Bahwa rencana Allah jauh lebih indah dari apa yang aku rencanakan.. aku disini, bersama jas kampusku (yang sampai sekarang aku masih bingung harus menyebut jas ini berwarna apa. Hehe) yang sangat aku banggakan. Ya.. jalanku disini. Jadi aku harus kuat!

Kata orang ini liburan.. yap, ini memang liburan! Tempat pengisian bensin untuk perjalanan jauh 6 bulan ke depan. Dan tempat pengisian bensin itu tak harus ada di rumah. Karena kemana-mana, aku selalu membawa rumahku disini, di hatiku.




Umi, abi, adek2.. sabar yah. 6 atau 7 bulan lagi mungkin, kita baru bisa bertemu.. :)
Read More »»

Selasa, 24 Januari 2012

saat aku lanjut usia - SO7!

Saat aku lanjut usia
Saat ragaku terasa tua
Tetaplah kau slalu di sini
Menemani aku bernyanyi

Saat rambutku mulai rontok
Yakinlah ku tetap setia
Memijit pundakmu hingga kau tertidur pulas

Reff:
Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
Kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
Kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
Saat kaki tlah lemah kita saling menopang
Hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati
Sampai jumpa di kehidupan yang lain

someday maybe.. it could be happen to me :)

Saat perutku mulai buncit
Yakinlah ku tetap tersexy
Tetaplah kau slalu menanti
Nyanyianku di malam hari

*back to reff


Read More »»

Kamis, 05 Januari 2012

ketika "sakit" itu kembali datang

Nyesek. Nyeri. Kedua rasa sakit inilah yang sering membuatku takut sendiri. Yang sering memaksaku untuk selalu berpikir.. kapan ajalku datang?




Penyakit jantung bawaan. Yang entah bagaimana bisa bersarang sejak aku lahir. Saat-saat penyakit itu kambuh, adalah saat2 yang menakutkan bagiku. Sakit seolah2 aku akan mati, sesak seperti aku tak bernapas, seperti ada yang menikamku. Saat2 seperti itu aku merasa bahwa malaikat maut sedang menemaniku. Tepatnya, terasa seperti malaikat maut sedang mengenggam jantungku.

Aku selalu ingin menangis ketika saat-saat itu datang. Terbayang wajah umi dan abi, terbayang wajah adik2ku, terbayang wajah teman2ku satu persatu.. gila! Aku benar2 merasa ‘waktu-ku’ sudah dekat. Tersungkur sendirian. Tak bisa berteriak agar orang lain tau aku kesakitan.

Ya Allah.. apa kelak, ini jalan ajalku? Aku sering membayangkan, saat aku tua nanti.. aku akan bertemu dengan ajalku karena penyakit ini. [huaaa]. Atau mungkin.. aku tak sampai bertemu “tua”.

Aku takut.. aku takut karena aku belum cukup menyiapkan bekal. Aku takut karena masih saja berbuat dosa. Aku takut berhadapan denganMu dengan kotoran2 ini.. aku takut melihat wajah malaikat maut. Yang katanya.. wajah beliau akan terlihat sesuai dengan amalan-amalan manusia itu sendiri. Bagaimana jika yang aku lihat adalah wajah yang menakutkan??

Aku takut. Dan merasa gila sendiri memikirkan ini semua.

Ah, penyakit ini bukan penyakit besar sebenarnya. Namun entah kenapa sakitnya bisa sedemikian rupa. Apalagi di sini, saat aku jauh dari umi dan abi. Saat harus berthawaf di rumah sakit, tanpa abi yang biasanya menemaniku. Aku sulit merasa tenang.. jika saat2 itu datang lagi..

Seperti sekarang. Ketika sakit ini datang lagi..

Ya Allah.. jika memang waktu-ku akan berakhir dengan penyakit ini, jika ternyata waktu-ku tak banyak, maka teruslah membimbingku. Agar langkahku tak salah. Agar aku selalu ingat padaMu.. sampai hari itu tiba. Beri aku kesempatan untuk bisa membalas jasa2 umi dan abi, sempatkan aku menjadi kakak tauladan bagi adik2ku.. Pertemukan aku denganMU dalam kondisi yang baik.. aku mohon. Matikan aku, dengan mati yang husnulkhatimah.

Karena aku tak sanggup, berada di nerakaMu.. walau aku pun, tak pantas di surgaMu..

#hah. Galau karena penyakit ini >_________<. Aku tahu, tidak baik sebenarnya terlalu berpikir seperti ini.. tapi.. beginilah yang sering terpikir olehku, setiap sakit ini kembali datang..
Read More »»

Jumat, 30 Desember 2011

sahabat, aku rindu!

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………

Aku kangen! Mendadak malam ini rasa itu seperti akan meledak. Aku rindu berada di tengah-tengah hangatnya sahabat2 yang lama tak bersua. Mendadak ingin melihat tawa mereka, mendadak ingin mendengar suara mereka, mendadak ingin melihat mereka! Akhirnya aku bongkar lah fesbuk mereka satu persatu. Niat ingin bisa mengobati rindu, tapi justru malah sebaliknya. Hey, I really really really miss you, guys! :(

Ocha, iwat, itok, ajim dan meil!

Hah, masing-masing sudah menempuh jalan menuju masa depan yang berbeda. Berjauhan. Terpisah oleh jarak dan kesibukan masing-masing. Yang kini membuat kita jadi tak sempat untuk saling bertanya kabar. (bahkan sekedar untuk saling bertanya kabar pun tak sempat!). aaaaaaaa…. Rasanya ingin menangis malam ini. Semua memori pahit manis asem asin tentang kalian menghunjamku. Yang sekarang membuatku ingin bisa berlari kembali ke masa lampau. Bertemu kalian!

Entah bagaimana dengan kalian, teman2..

Aku mungkin belum termasuk ke dalam daftar teman spesial bagi kalian. Tapi.. rasanya ingiiin sekali, aku ingin sekali kalian pun bisa merasakan rindu yang sama. Tentang waktu yang berputar perdetiknya bersama kalian. tentang semua kekonyolan dan hal2 bermanfaat yang kita alami bersama. Tentang perjuangan kita, tentang lelah kita yang sama, tentang persahabatan kita! Tentang sejarah dan kenangan masa SMA yang kata orang adalah masa yang paling indah..





Sesak. Rasanya bisa sampai menyesakkan begini. Semua ekspresi wajah kalian satu persatu membayangi malamku. Saat kalian tertawa, saat panik, saat lelah, saat kalian merasa tertindas(?), saat kalian kesal, semuanya. Ocha yang paliiiiiiiiing care di antara yang lain dan mudah mengerti perasaan orang, murni yang selalu bisa menjadi pengadem suasana yang bagiku selalu membawa “kantung tertawa” untuk bisa di bagi-bagikan ke orang2, itok yang terkenal dengan “slowmotion”nya dan sifat tenangnya walau disaat panik, ajim yang kemana-mana selalu membawa wajahnya yang ketika orang melihatnya, rasanya selalu ingin diajak ribut (haha), dan meil yang entah kenapa belakangan menjadi alay tak tertahankan (ada issu kalau sekarang mail cool. Hee?).

Aku simpan rapi-rapi, semua memori tentang kalian. memori berharga yang tak boleh hilang.

Apa ada waktu di masa depan, yang bisa membuat kita kembali merasakan hangat yang dulu? Aku yakin pasti ada. Pasti! Bahkan jika itu adalah di surga. Karena aku yakin, kita akan sama-sama membawa rajutan ukhuwah ini sampai ke sana. Allah yang telah mempertemukan kita, merekatkan kita dengan cintaNya, mengakrabkan kita di jalanNya.

Aku tahu aku tak boleh cengeng. Kita sudah punya jalan sukses masing-masing. Menuju muara yang sama. Aku tahu, aku harus terus bersemangat! Karena semakin cepat aku berjalan, semakin cepat aku sampai di muara itu, di tempat tujuan itu, di mana aku akan bertemu dengan kalian.

Mungkin usia akan mengaburkan ikatan kita. Ketika orang-orang yang baru kita temui di kehidupan mendatang, memenuhi seluruh perhatian kita. Yang mungkin membuat kita menjadi terlupa masa-masa indah dahulu. Tapi… aku yakin ikatan hati kita tak akan pernah akan pudar. Karena ikatan kita, adalah ikatan hati. Ikatan kenangan yang indah. Ikatan kebersamaan yang hangat.

Kalian terlalu berharga untuk di lupakan, teman..

Aku berharap, ketika kita teringat masa-masa SMA yang pernah kita lewatkan, maka kebersamaan kita inilah yang terbayang dalam benak kita..

I really miss you, guys :)
Read More »»

Selasa, 27 Desember 2011

KSH, I found a new family there :)

Aku mengenal mereka baru beberapa bulan ini. Dari namanya, KSH (kelompok studi herpetologi) sudah jelas kalau dari sini aku bisa mengenal macam2 binatang herpet : reptil dan amfibi. Dari dulu, aku selalu merasa tertarik ketika menonton acara “discovery channel” yang kebanyakan menampilkan kehidupan binatang-binatang herpet : buaya, ular.. dll. Waaa, rasanya benar-benar menjadi biolog sejati B)

Ehm.. sebenernya bukan hanya karna ingin banyak mengenal macam-macam herpet saja alasanku bergabung dengan KSH. Tapi terlebih karena aku melihat KSH adalah keluarga yang hangat.

Kocak, hebring, kemana-mana penuh tawa. Haaah.. aku bisa melupakan segala galau dan penatku ketika berkumpul bersama rakyat melata. Rakyat melata : yang kami sebut sebagai anggota KSH (termasuk aku). Dan rumah KSH, yang disebut Liang.

Umi-ku awalnya kaget, ketika pertama kali mendengar keinginanku untuk bergabung dengan kelompok studi yang kerjanya mempelajari dan mengakrabi hewan-hewan melata yang kebanyakan ditakuti orang. Ular.. buaya, kadal. Mungkin kura2 atau amfibi yang terlihat lebih ramah. Umi bilang, “masak yang takut ama kecoa malah main2 ama ular??” haha.. aku sendiri entah kenapa. Sebelumnya gak pernah terpikir akan akrab dengan ular disini. Apa itu berarti aku udah berani dengan kecoa?? *ooo… tentu aja gak. XD

Ada satu prinsip di KSH, hmm.. entah prinsip atau apa ini namanya. “teman sejati adalah teman yang pertama kali menertawakan temannya yang sedang kesusahan.” Haha. Ini terbukti ketika salah satu dari anggota KSH yang terjatuh, separah apa pun jatuhnya, yang kita lakukan pertama kali adalah tertawa. *heleh…

Senior-senior bilang, penyakit “hebring kemana-mana” ini akan terus menular ke generasi penerus. Kami, mungkin, yang sekarang masih suka malu-malu, masih polos dan lugu, masih suka enggan dan segan dengan senior2nya, lama-lama bakal ikut tertular kehebohan dan kekocakannya. Hoho.. pastinya penasaran sekocak apa dan seheboh apa kami kalau sudah berkumpul kan? Yah.. tapi sayangnya, aku ga bisa menceritakannya. Karena semua hal kocak yang terjadi itu terlalu kocak untuk diceritakan. #haha. Apa2an sih.. -,-

Terutama ketika berhadapan dengan ketua KSH-nya sendiri, yang akrab di panggil dengan mas itong. Kita harus siap kalau perut ngedadak mules karna kebanyakan tertawa. #wala…wala.. XD. Tapi mas itong hanyalah salah satu oknum yang menjadi penyebab tawa di KSH.

Awalnya aku agak takut2 untuk memilih kelompok studi ini. Padahal masih ada kelompok2 studi yang lain, seperti BIOSC misalnya, yang mungkin lebih cocok denganku karena kelompok itu menekuni tentang anggrek. Belum lagi lingkungan hebring KSH yang sebenarnya terasa ‘baru’ bagiku yang lebih terbiasa berada di lingkungan rohis. Tapi setelah semuanya terjalani.. ternyata aku bisa enjoy disini. Tentu saja, aku tidak boleh lupa dengan prinsip ke-rohis-anku *halah, emang ada? :O yang tetap harus bisa menjaga diri. Berbaur bukan berarti membaur. Aku harap, saat ilmu-ku bisa jauh lebih banyak lagi dari yang aku punya sekarang, KSH bisa jadi ladang dakwah bagiku. Dakwah dengan cara ‘khusus’. Hehe..

Semoga aku bisa berarti di KSH ini. Dan semoga ilmu yang aku dapatkan dari KSH bisa aku terapkan dalam keseharian-ku. lumayan untuk menunjang kuliahku sendiri. Dan semoga, aku justru bisa menjadi lebih baik saat berada di tengah-tengah mereka. 

KSH JAYA! KSH! :D

Foto2 bersama keluarga baru : 


we are KSH family. kami adalah rakyat melata!
habis diklat lapangan :D

the biggest frog that i have ever seen! >_< katanya masih ada yang lebih gueedee lagi. ini di temuin pas sampling diklat. *ah.. jaket itu..


agenda pelepasan tukik (bayi penyu) di Pantai Trisik *unyu2 kaaan? >__<


keluarga(?) pertamaku di KSH. her name is momo. hehe. ini ular ptyas mucosus *kalo ga salah ding.. :D









Read More »»

Senin, 19 Desember 2011

Tashiru – maaf untuk berpisah

Kau tahu tentang hatiku yang tak pernah bisa melupakanmu
Kau tahu tentang diriku yang selalu mengenangmu selamanya
Kini kusadari Bahwa semua itu
Adalah salah, juga keliru
Akan membuat hati menjadi ternodai


Reff..
Maafkanlah segala khilaf yang tlah kita lewati
Tlah membawamu kedalam jalan yang melupakan tuhan
Kita memang harus berpisah
Tuk menjaga diri
Untuk kembali arungi hidup
Dalam ridho ilahi

Kutahu bahwa dirimu
Mendambakan kasih suci yang sejati
Kuyakin bahwa dirimu
Merindukan kasih sayang yang hakiki

Kini kusadari Bahwa semua itu
Adalah salah, juga keliru ooo
Akan membuat hati menjadi ternodai

Back to reff.
Dan bila takdirnya kita bersama
Pastilah Allah akan menyatukan kita..

Back to reff
Read More »»

Rabu, 02 November 2011

galau -___-

Jogja yang belakangan berawan, hujan. Terkadang mengajak hati untuk bergalau ria. Teringat hangatnya kampung halaman, teringat abu-abunya masa lalu, terpikir masa akan datang yang masih penuh dengan tanda tanya. Saat-saat seperti ini, kadang masalah sepele pun bisa membuat hati susah. Hah, perasaan-perasaan seperti ini, yang kata orang wajar dialami anak muda, sungguh tidak mengenakkan.




Akhirnya jatuh pula lah butir-butir bening dari sudut mata ini. Saat hujan mengguyur deras atap kosan, saat semuanya sepi.

Ini bukan sekedar homesick. Entah apalah, yang belakangan mengusik pikiran ini. Kini aku terbiasa, tertawa ceria saat bertemu teman-teman di kampus. Namun menangis sendiri ketika menjelang malam di kosan. Hah, cengeng -.-“

Seharusnya kau sadar, zhr!

Ada orang-orang jauh disana, yang mencintaimu, yang menunggumu pulang membawa kebanggaan. Bukan cerita-cerita galau yang murahan. Apa kau lupa adanya kesabaran?? Apa kau lupa perjuangan orang tuamu jauh di seberang pulau sana untuk menyekolahkanmu?? Apa kau lupa dengan adik-adik yang selalu merindukan kepulanganmu??

Yak. Hati ini memaki pemiliknya. Ketika hal ringan kuanggap berat untuk kuhadapi, maka hati ini akan mempertanyakan kemana janji dan tekad yang telah aku buat sebelum melangkah kesini. Jika datang ke sini hanya untuk menyerah, kenapa bukan dari awal saja?

Jangan cengeng, zhr. UTS kini di depan mata. Jika kau ingin membalas peluh orangtuamu dengan kebahagiaan, kau tau apa yang harus kau lakukan kan?

Ayo semangat, ayo kuliah, ayo fokus, ayo belajar, ayo bersabar!

3.3! berkat seseorang, angka keramat ini bisa menjadi semangat untukku. Terima kasih, ayo sama-sama berjuang! :)
Read More »»