Sabtu, 13 Agustus 2011

this is me


“This is me. Maaf kalau mengecewakan. Karna saya tidak sebaik yang anda pikirkan.”

Kalau bertanya pada nurani setiap orang, tidak ada orang yang tidak ingin menjadi “orang yang lebih baik”. Sekalipun itu penjahat, selagi ia masih manusia, nuraninya akan selalu menginginkan kebaikan. Begitu juga aku. Aku selalu ingin menjadi orang yang lebih baik. Walau mungkin usahaku untuk menjadi yang lebih baik itu terlihat sia2 di mata orang lain. Tak apa, cukup Allah saja yang tahu.. :)

aku bukannya marah… hanya saja, entah kenapa aku hanya bisa diam menghadapimu, teman. Mendengar penilaianmu terhadapku selama ini. Ah, sudah berapa lama kau memendam rasa tidak tahan terhadapku itu? Rasa yang terdengar olehku hampir sama dengan rasa muak. Hingga dengan begitu saja kau meremove-ku dari daftar temanmu. Sebegitu menjijikannya kah aku?

Kata2mu yang menyinggung tentang akhlaqku itu begitu manis, teman. :)
hingga aku tidak dapat merasakan apa2 saat membacanya. Hanya senyum, tertawa kecil. Hambar, ah.. mungkin aku merasakan sakit. Tapi aku bisa menerima kenyataan itu. Kenyataan, “bahwa di dunia ini tidak semua orang bisa menerimamu.” Dan aku bisa menerima, kalau ternyata dirimu tak bisa menerimaku, teman.

Seolah2 mengecapku seperti orang yang tidak mau menjadi lebih baik. Yang tidak bisa menjaga akhlaq muslimah itu seharusnya seperti apa. Ah, hanya kesalahan kecil bagi banyak orang, tapi dirimu menganggap itu adalah sesuatu yang fatal. Setidaknya, aku merasakan dirimu menatapku demikian. Seolah2 mempertanyakan, akhwat macam apa aku ini?

aku tahu aku bukan orang sempurna. Aku juga merasa tak pantas disebut akhwat. Jangan sebut aku akhwat, teman. Sebutan itu, entah kenapa sekarang2 ini seolah2 menjadi suatu gelar atau apalah. Salah sedikit, akan mencoreng sebutan “akhwat” itu. Aku juga tak mengerti mengapa. Aku hanya ingin disebut dengan muslimah. Muslimah, ya.. cukup muslimah saja. yang masih terus belajar untuk menjadi lebih baik. Dan, yah, kau tidak perlu tau bagaimana aku belajar, teman.

Hanya satu hal yang aku minta. Berhentilah menuntut kesempurnaan. Berhentilah memaksakan orang untuk bisa menjadi “baik” sesuai standarmu itu. Aku tahu dan paham, standar “baik”mu itu sungguh subhanAllah.. tapi mengertilah.. tak semua orang bisa menjadi apa yang kau inginkan. Masing2 orang pun punya standar “baik itu bagaimana” masing2. Asalkan tidak melenceng dari agama yang amat kita banggakan ini. Iya kan?

Ah, tapi.. tetap saja. Sudahlah, sepertinya tak ada gunanya. Kau sudah menilaiku seperti orang yang salah langkahnya. Tak apa, aku terima itu. Tapi.. mungkin aku akan tetap berada dalam langkahku ini. Aku tidak bisa mengikuti langkahmu itu. Maaf aku tidak bisa. Maaf karna aku mengecewakanmu, sementara kau berharap lebih dariku. Tidak bisakah kau hanya terima aku apa adanya sebagai teman?
Read More »»

Minggu, 07 Agustus 2011

Hyun Bin - Than Man (Geu Namja) lyric + eng translation

han namjaga geudaereul saranghamnida
geu namjaneun yeolsimhi saranghamnida
maeil geurimjacheoreom geudaereul ttaradanimyeo
geu namjaneun useumyeo ulgoisseoyo

eolmana eolmana deo neoreul
ireoke baraman bomyeo honja
i baramgateun sarang i geojigateun sarang
gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni

jogeumman gakka i wa jogeumman
hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
neol saranghaneun nan jigeumdo yeope isseo
geu namjan umnida

geu namjaneun seonggyeogi sosimhamnida
geuraeseo utneun beobeul baewotdamnida
chinhan chinguegedo motaneun yaegiga manheun
geu namjaui maeumeun sangcheotuseongi

geuraeseo geu namjaneun geudael
neol sarang haetdeyo ttokgataseo
tto hanagateun babo tto hanagateun babo
hanbeon nareul anajugo gamyeon andoeyo

nan sarangbatgo sipeo geudaeyeo
maeil sogeuroman gaseum sogeuroman
sorireul jireumyeo geu namjaneun oneuldo
geu yeope itdeyo

geu namjaga naraneun geol anayo
almyeonseodo ireoneun geon anijyo
moreulkkeoya geudaen babo nikka

eolmana eolmana deo neoreul
ireoke baraman bomyeo honja
i babogateun sarang i geojigateun sarang
gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni

jogeumman gakkai wa jogeumman
hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
neol saranghaneun nan
jigeumdo yeope isseo geu namjan umnida

Translate

One man loves you
That man loves you wholeheartedly
he follows you around like a shadow everyday

That man is laughing and crying

Just how much…how much more do I have to gaze at you alone
This love that came like the wind
This beggar-like love
If I continue this way, will you love me?
Just come a little nearer…a little more
If I take one step closer to you, then you take two steps back
I who love you am next to you now
That man is crying.

That man is timid
So he learned how to laugh
That man has many stories that he can't even tell his best friend
So his heart is full of tears
That's why, That man
You, he loved you
Because you are just same as him
Yet another fool, yet another fool
Can't you hug me before you go?
I want to receive love, baby
Everyday in my heart,
Just in my heart,
I shout and
That man is next to her even today.

Do you know That man is me?
You're not pretending that you don't know, right?
You really don't know cause you're a fool.

Just how much... how much more do I have to gaze at you alone
This love that’s like a fool
This beggar-like love
If I continue this way, will you love me?
Just come a little nearer...a little more...
If I take one step closer to you, then you take two steps back
I who love you is next to you now
That man is crying.

Read More »»

Jumat, 05 Agustus 2011

Bocah-bocah itu..

hah, tinggal 26 hari lagi. Sebelum aku berangkat menuju kota impian *jiah. Ditiket tertulis tanggal 1 september aku akan berangkat. Meninggalkan Kota Padang yang nantinya pasti akan hampa tanpa aku. Haha. Juga, meninggalkan adek2ku.. yang nakal, ribut, kadang nyebelin, tapi ngangenin itu.

Mereka! Merekalah yang nantinya bakal bikin aku ngerasa homesick. ‘heimweh’ kalo kata orang jermannya. Pagi yang ribut, karna semuanya sibuk untuk berangkat ke sekolah. Adek ketigaku yang kehilangan kaus kaki lah, adek ke-empatku yang bukunya belum disiapin lah, atau adekku yang TK yang belum selesai2 juga sarapannya padahal yang jemput sudah datang. Belum lagi kalau nanti ada adekku yang lupa bawa bekal. Hah, repot.. -.-“

Itu baru pagi hari. Kalau mereka udah pulang sekolah apalagi. Jangan berharap bisa menikmati sore hari dengan tenang, sambil minum teh atau apalah. Karna sore2 dirumahku itu berisiknya ampuuun. Adek2ku yang selisih umurnya itu gak terlalu jauh, bakal mengajak teman2 seumuran mereka main di teras rumah. Yang kelompok cewek main masak2an, yang cowok main pedang2an. Itu semua di teras rumah. Hasilnya, rumahku bakal terlihat seperti rumah panti asuhan idaman yang ceria. *halah.. rame, rame banget. Mungkin hanya sesekali sore dirumah bisa tenang, saat geng2 kecil itu berpindah lokasi ke rumah yang lain.

Saat malam, keributan yang tercipta lain pula. Hanya masalah sepele, seperti rebutan pensil saat mereka mengerjakan PR atau apalah, tapi bisa membuat rumah ini begitu semarak. Rebutan channel TV, sampai rebutan bantal saat mau tidur. Semuanya, hampir semua kegiatan yang mereka lakukan itu diwarnai dengan “rebutan”. Ribut, berisik. tapi.. sekarang aku merasa, rasanya hidup bakal terasa sepi tanpa keributan2 itu.

punya adek banyak apa gak repot? Ya pasti repotlah. Apalagi aku anak pertama. Apa mereka gak mengganggu masa2 belajarmu? Dibilang gak mengganggu, ya gak bisa juga. Siapa sih, yang gak terganggu dengan keributan2 itu? Kadang aku juga merasa sakit kepala melihat tingkah polah mereka. Tapi, yah, itulah aku. Maksudku.. “aku” tanpa mereka itu bukanlah “aku”. Aku merasa kurang lengkap tanpa mereka. Merekalah yang sudah mewarnai hidupku selama ini. Warna-warni, kadang tak jelas apa warnanya. Mengisi buku harianku, walau kadang hanya coret moret yang mereka torehkan disana.

Punya adek lima, itu kebanyakan? Yah, bagi yang gak terbiasa mungkin merasa demikian. Aku.. melihat mereka satu persatu sudah mulai tumbuh besar, dengan karakter khasnya masing2 itu, malah jadi merasa kurang. Ada kebahagian tersendiri memiliki mereka. Rumah ini jadi tak pernah sepi. “ceria” walau selalu gaduh. “lucu” walau selalu mengganggu. Semua yang mereka lakukan, menjadi memori2 hangat yang tersimpan rapi dalam otakku. Yang akan selalu membuatku tersenyum, apabila kembali memutar memori2 itu, terutama saat aku berada disebrang pulau nanti.
Aku bersyukur memiliki ayah seperti abi. Punya anak enam, pengeluaran dipastikan akan bengkak. Tapi abi tak pernah menyerah, membiayai kami untuk sekolah setinggi mungkin. Untuk bercita2 menjadi orang besar, menjadi ilmuwan besar, dokter, dsb. Terima kasih, bi :)

Ah, nanti kalian pasti bakal kangen “teteh ros” kalian ini. Haha. Mereka menyebutku teteh ros, karna mereka bilang aku ini seperti ‘kak ros’ yang main di film upin dan ipin. *dasar bocaah.. -.-“
kalian pasti kangen saat tak ada lagi yang mengomeli kalian ini itu, kalian juga pasti akan kangen masakan teteh yang tiap hari kalian makan itu. Saat kalian sedang berkumpul, pasti juga merasa kurang lengkap tanpa teteh disana.. iya kan? [GR banget..]

Maafin teteh, kalau selama ini belum bisa jadi kakak yang baik untuk kalian.. belum bisa jadi tauladan yang baik. Di sebrang pulau itu, teteh bakal berjuang untuk kalian. Kalian lah yang bakal menjadi alas an teteh untuk tidak menggalau saat kuliah. kalianlah yang nanti akan menjadi penyemangat teteh. Makasih ya, adek2ku.. bandelnya kalian, sudah mewarnai hari2 teteh.

love you all.. :-*
Read More »»