Jumat, 05 Agustus 2011

Bocah-bocah itu..

hah, tinggal 26 hari lagi. Sebelum aku berangkat menuju kota impian *jiah. Ditiket tertulis tanggal 1 september aku akan berangkat. Meninggalkan Kota Padang yang nantinya pasti akan hampa tanpa aku. Haha. Juga, meninggalkan adek2ku.. yang nakal, ribut, kadang nyebelin, tapi ngangenin itu.

Mereka! Merekalah yang nantinya bakal bikin aku ngerasa homesick. ‘heimweh’ kalo kata orang jermannya. Pagi yang ribut, karna semuanya sibuk untuk berangkat ke sekolah. Adek ketigaku yang kehilangan kaus kaki lah, adek ke-empatku yang bukunya belum disiapin lah, atau adekku yang TK yang belum selesai2 juga sarapannya padahal yang jemput sudah datang. Belum lagi kalau nanti ada adekku yang lupa bawa bekal. Hah, repot.. -.-“

Itu baru pagi hari. Kalau mereka udah pulang sekolah apalagi. Jangan berharap bisa menikmati sore hari dengan tenang, sambil minum teh atau apalah. Karna sore2 dirumahku itu berisiknya ampuuun. Adek2ku yang selisih umurnya itu gak terlalu jauh, bakal mengajak teman2 seumuran mereka main di teras rumah. Yang kelompok cewek main masak2an, yang cowok main pedang2an. Itu semua di teras rumah. Hasilnya, rumahku bakal terlihat seperti rumah panti asuhan idaman yang ceria. *halah.. rame, rame banget. Mungkin hanya sesekali sore dirumah bisa tenang, saat geng2 kecil itu berpindah lokasi ke rumah yang lain.

Saat malam, keributan yang tercipta lain pula. Hanya masalah sepele, seperti rebutan pensil saat mereka mengerjakan PR atau apalah, tapi bisa membuat rumah ini begitu semarak. Rebutan channel TV, sampai rebutan bantal saat mau tidur. Semuanya, hampir semua kegiatan yang mereka lakukan itu diwarnai dengan “rebutan”. Ribut, berisik. tapi.. sekarang aku merasa, rasanya hidup bakal terasa sepi tanpa keributan2 itu.

punya adek banyak apa gak repot? Ya pasti repotlah. Apalagi aku anak pertama. Apa mereka gak mengganggu masa2 belajarmu? Dibilang gak mengganggu, ya gak bisa juga. Siapa sih, yang gak terganggu dengan keributan2 itu? Kadang aku juga merasa sakit kepala melihat tingkah polah mereka. Tapi, yah, itulah aku. Maksudku.. “aku” tanpa mereka itu bukanlah “aku”. Aku merasa kurang lengkap tanpa mereka. Merekalah yang sudah mewarnai hidupku selama ini. Warna-warni, kadang tak jelas apa warnanya. Mengisi buku harianku, walau kadang hanya coret moret yang mereka torehkan disana.

Punya adek lima, itu kebanyakan? Yah, bagi yang gak terbiasa mungkin merasa demikian. Aku.. melihat mereka satu persatu sudah mulai tumbuh besar, dengan karakter khasnya masing2 itu, malah jadi merasa kurang. Ada kebahagian tersendiri memiliki mereka. Rumah ini jadi tak pernah sepi. “ceria” walau selalu gaduh. “lucu” walau selalu mengganggu. Semua yang mereka lakukan, menjadi memori2 hangat yang tersimpan rapi dalam otakku. Yang akan selalu membuatku tersenyum, apabila kembali memutar memori2 itu, terutama saat aku berada disebrang pulau nanti.
Aku bersyukur memiliki ayah seperti abi. Punya anak enam, pengeluaran dipastikan akan bengkak. Tapi abi tak pernah menyerah, membiayai kami untuk sekolah setinggi mungkin. Untuk bercita2 menjadi orang besar, menjadi ilmuwan besar, dokter, dsb. Terima kasih, bi :)

Ah, nanti kalian pasti bakal kangen “teteh ros” kalian ini. Haha. Mereka menyebutku teteh ros, karna mereka bilang aku ini seperti ‘kak ros’ yang main di film upin dan ipin. *dasar bocaah.. -.-“
kalian pasti kangen saat tak ada lagi yang mengomeli kalian ini itu, kalian juga pasti akan kangen masakan teteh yang tiap hari kalian makan itu. Saat kalian sedang berkumpul, pasti juga merasa kurang lengkap tanpa teteh disana.. iya kan? [GR banget..]

Maafin teteh, kalau selama ini belum bisa jadi kakak yang baik untuk kalian.. belum bisa jadi tauladan yang baik. Di sebrang pulau itu, teteh bakal berjuang untuk kalian. Kalian lah yang bakal menjadi alas an teteh untuk tidak menggalau saat kuliah. kalianlah yang nanti akan menjadi penyemangat teteh. Makasih ya, adek2ku.. bandelnya kalian, sudah mewarnai hari2 teteh.

love you all.. :-*

1 komentar:

  1. Hihiw. Di sini saya merasakannya. Rindu rumah dan seluruh penghuninya. Ckck. Nikmati kebersamaan yang tersisa ukh, sungguh, nanti kau akan merindukannya. Teramat sangat merindukannya. :)

    BalasHapus