Sabtu, 11 Agustus 2012

'kembali'

rumah duka itu di penuhi para pelayat. beberapanya aku perhatikan dengan seksama. ada yang matanya memerah, menahan tangis, ada yang betul-betul menangis dan terisak, dan ada pula yang hanya memperlihatkan wajah sendu. wajah-wajah teman SMA yang sudah lama tak kulihat, terlihat memenuhi kursi para pelayat. hah.. seharusnya bukan kabar duka ini yang membuat kami bisa berkumpul seperti reunian. aku membisu.

langkahku dengan perlahan memasuki pekarangan rumah duka itu. di depan teras, beberapa anggota keluarga dan seorang ayah duduk menyambut pelayat dengan muka yang di tabah-tabahkan. aku menyalami seorang ayah itu, dengan senyum pahit yang tersungging di wajahku. rasanya.. aku masih belum bisa mempercayai kabar ini, kabar yang terdengar seperti suara petir di tengah terik matahari. kenapa secepat ini?

hingga akhirnya aku melihat tubuh kaku itu terbujur di atas sebuah dipan. ditutupi kain-kain dengan corak batik yang khas untuk menyimbolkan kematian. wajah tubuh itu hanya ditutupi oleh selembar kain transparan, yang membuat kami, para pelayat masih dapat melihat wajah tenang itu untuk terakhir kalinya. sesuatu menyembul dari sudut mataku, mengalir hangat membasahi pipi yang dengan cepat aku usap. aku tak boleh menangis di depan seorang ibu yang sedari tadi berusaha untuk tabah. ya, seorang sahabat kami telah kembali, kembali ke tempat di mana kami pun akan kembali kelak..

aku masih terdiam di antara teman-teman yang ikut melayat. pikiranku menerawang, namun tak jauh dari sini. mungkin saja, teman kami itu masih ada di sini. di pojokan ruangan, di samping jasadnya, di dekat ibunya, atau ikut duduk bersama para pelayat. yah.. mungkin saja kini ia sendiri merasa sedih, melihat wajah-wajah yang menangisinya karena kehilangan. melihat wajah ayah dan ibunya. sendirian tergugu di antara orang-orang yang masih memiliki napas.. dan mungkin ia akan berkata pada orang-orang yang melayatnya, pada teman-teman yang menangisinya, "tahukah kalian bahwa nikmat hidup itu begitu besar?"

waktu zhuhur pun menjelang, membuat semua pelayat bersiap untuk shalat dan menshalatinya. mesjid yang penuh dengan ma'mum membuatku tersenyum. begitu baik kesan yang ditinggalkan olehnya di hati kami. aku jadi bergidik, mengingat belum tentu seramai ini orang yang akan menshalatiku kelak..

matahari yang biasanya menyengat, seharian ini entah kenapa begitu teduh. sesekali ada rintik-rintik hujan yang membasahi jalanan. menemani perjalanan kami menuju pemakaman, tempat kami benar-benar akan melepasnya pergi ke dunia ghaib itu. dan saat pemakaman itu selesai, saat kelopak-kelopak mawar yang harum itu selesai di tebar, hujan turun ikut menangisi kepergiannya. bahkan penghuni langit pun ikut mendoakan..

sekali lagi, ia bukan pergi. tapi kembali ke tempat dimana kita juga akan kembali kelak. semoga kini ia tenang di sana. di temani malaikat yang ramah, di terangi cahaya langit. ampuni segala dosa sahabat kami, ya Allah.. beri ia, tempat yang terbaik disisiMu. aamin..

@6 Agustus 2012. 18 ramadhan 1433.
seorang sahabat telah tiada, dan entah kapan kita akan menyusulnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar