Jumat, 26 November 2010

Jadilah Generasi Ghuraba’

Ada yang udah tau apa artinya ghuraba’ belum?
Hmm… zhr sendiri ga tau pasti sih, apa arti kata ini secara istilah. Tapi dalam bahasa, kata ghuraba’ bisa berarti asing. Atau mungkin bisa juga di sebut aneh. Aneh karena lain daripada yang lain.

Hah? Terus, judul di atas tadi nyuruh kita buat jadi generasi aneh dong? Kok gitu?



Hehe… bukan itu maksudnya. Nih, ada kutipan hadist yang pernah zhr denger:
“Islam bermula dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing. Maka beruntunglah orang yang diasingkan “ (HR. Muslim, At Tirmizi, Ibnu Majah, At Tabarani).
Ehem2. kita coba untuk ngebahas hadist ini lebih serius. :)
Islam bermula dalam keadaan asing…

Kita semua pasti tau, bagaimana panjang dan sulitnya perjuangan nabi Muhammad saw dalam menegakkan agama Allah. Banyak sekali mengalami rintangan dan ujian. Dengan lemah lembutnya beliau berusaha untuk mengajak mereka (kafir Quraisy) ke jalan islam, tapi malah di hadiahi dengan umpatan, makian, air ludah bahkan kotoran unta. Kenapa demikian? Hal itu karena terlalu mendarah dagingnya ajaran nenek moyang kafir Quraisy pada masa itu. Sehingga agama islam terasa amat asing bagi mereka.

Sesuatu yang asing, tentulah tidak mudah untuk cepat di terima. Tubuh kitapun, jika ada benda asing yang masuk, pasti akan memberikan reaksi waspada dan hati-hati terhadap benda asing itu. Begitu pula islam, yang amat teramat asing pada masa-masa itu. Berbeda aturan, berbeda cara, berbeda pandangan dan pikiran, berbeda hukum, bahkan berbeda illah dengan ajaran agama Quraisy waktu itu. Butuh proses panjang dan rencana matang untuk merubah keasingan itu menjadi biasa. Dan seperti yang kita tahu, dakwah rasulullah itu tidak singkat, bahkan bertahun-tahun. Orang akan lebih mudah menerima apa yang memang sudah biasa di lingkungannya.

Jadi,, apa hubungannya dengan sekarang? Kenapa islam dikatakan asing sih?
Hmmhh…. sekarang, mari kita sama2 memperhatikan. Bagaimana kondisi islam saat ini. Naas bukan? Banyak sekali orang yang mengaku dirinya islam, namun bertingkah laku selayaknya bukan islam. Banyak orang yang mengaku bersyahadat, namun kenyataannya sama sekali tidak bertanggung jawab dengan syahadat yang diucapkannya itu. Dan ini terjadi hampir di semua golongan masyarakat. Para pemimpin banyak yang korupsi, para hakim banyak yang tidak adil. Mereka yang merasa memiliki kekuasaan tak pernah berpikir, bahwa harta2 yang mereka nikmati dari hasil korupsi itu adalah tangis darah masyarakat kecil. Rumah mewah mereka bangun, di sisi lain banyak anak tak mampu bersekolah harus mengorbankan cita2nya…

Bagaimana dengan kalangan pelajar??
Ayolah teman2,, kita semua sama2 mengetahui. Bahwa contekan2 kecil saat ujian itu semakin lama akan mendidik kita menjadi koruptor masa depan. Sebagai penerus mereka2 yang memakan harta haram disana. Banggakah kita menjadi penerus mereka??
Betapa batunya hati kita kalau kita berbangga diri akan hal itu.
Begitu banyaknya maksiat yang dilakukan orang2 sekarang. Dan akuilah, kita pun terkadang masuk dalam golongan tersebut. Hal2 yang mendekati zina, bertebaran dimana-mana. Hal2 yang mengumbar aurat banyak sekali kita temukan. List daftar anak2 yang durhaka kepada orang tuanya pun semakin panjang. Para orangtua yang semakin tak peduli akan amanahnya terhadap anak pun tak kalah banyaknya. Sungguh mengenaskan! Betapa rasul kita, Muhammad saw. menangisi kita, takut karena kita tak akan kuat merasakan adzabNya.

Dan lihatlah….
Perempuan2 shalihah yang menjaga auratnya semakin sedikit dibandingkan dengan umat di dunia ini. Para lelaki shaleh, para pengemban amanah sebagai pemimpin yang adil semakin berkurang… mereka yang tetap teguh memegang ajaran agama islam, berusaha menjalankan kewajiban sebagai makhlukNya, bersusah payah menahan diri dari segala yang dilarangNya, lebih sedikit jumlahnya dibanding mereka2 yang tak tahu apa tujuan mereka diciptakan dibumi ini…
Merekalah generasi ghuraba’…

Generasi yang di akhir zaman semakin sedikit jumlahnya. Semakin terasa asing. Semakin di anggap aneh oleh orang2 sekitar. Aneh? Kenapa aneh? Ya…. terkadang orang menganggap aneh kepada perempuan2 yang konsisten dengan jilbabnya, terkadang memandang aneh dengan laki-laki yang menolak bersalaman dengan yang bukan mahramnya, memandang aneh kepada pemimpin yang tak mau menerima uang sogokan. Aneh, karena ajaran2 islam kini semakin asing. Aturan2 islam semakin di tinggalkan.

Aneh, itu kata mereka yang mengaku islam namun tak mengenal agamanya sendiri!

Wahai teman2ku…
Janganlah malu kita menjadi orang2 aneh di hadapan mereka. Janganlah kita enggan mengenalkan jati diri kita sebagai seorang muslim!… jadilah kita generasi ghuraba’…
Generasi yang di anggap asing, karena hidup dengan berjalan sesuai dengan aturanNya.
Generasi yang akan mendapat keberuntungan di akhirat kelak….

Dengan berusaha berjalan lurus mengikuti jalanNya. Berusaha dan selalu berusaha mencari hidayahNya. Bukan dengan menjauh dan semakin meninggalkanNya. Kenalkan pada mereka bagaimana islam itu sebenarnya. Islam itu agama yang suci, dan mereka telah mengotori agamanya sendiri. Mereka? Siapa mereka? Yaitu orang2 yang tak mau mengenal agamanya sendiri, tidak ingin mengenal penciptanya sendiri.
Semoga kita tidak termasuk kedalam golongan2 yang tidak di ridhai oleh Allah…
Amiiin!
Jadilah generasi ghuraba’! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar