Kamis, 06 Juni 2013

Motivasi dari Bang Tere Liye

Berawal dari novel yang judulnya “Hafalan Surat Delisa”, aku jadi suka banget dengan karya-karyanya bang Tere Liye. Semua karyanya punya sudut pandang yang gak biasa seperti penulis-penulis lainnya, bahasanya menyentuh tapi ringan untuk dibaca, dan selalu bikin aku berasa ikut terlibat dalam cerita setiap ngebaca karya-karyanya itu. Dan yang paling bikin aku suka adalah, semua karyanya punya nilai moril bahkan berisi ajaran-ajaran islam yang dengan hebatnya dapat beliau kemas secara unik. Dan menjadi sebuah keberuntungan tersendiri buatku, bisa bertemu dan belajar dari beliau hari ini >__<

Talkshow tentang ‘Kekuatan Sebuah Pena’, dengan narasumbernya bang Tere Liye. Makasih banget pokoknya mah buat BEM KM UGM yang udah bersusah payah mengadakan acara ini dan berhasil menghadirkan bang Tere di depan mata kepalaku sendiri. Perkiraan awal, aku kira bang Tere ini seperti seorang om-om yang dari tampilannya pun terlihat religius, ternyata aku salah. Agak kaget juga sebenernya tadi, pas tiba-tiba bang Tere muncul dari salah satu pintu dengan kostum anak muda ala boyband jaman sekarang. Wuiih, penulis religius yang gaul sekali! Pas melihat wajah beliau secara langsung, aku jadi teringat dengan salah satu tokoh utama di film korea “A Gentleman’s Dignity”, rada mirip-mirip gitu. Apalagi karena beliau matanya agak-agak sipit dan tampilannya yang seperti boyband itu, jadi terlihat semakin mirip! *oke gapenting*



Ada kata-kata beliau yang agak menohokku. Sebenarnya banyak sih kata-kata beliau yang menohok dan menyemangati, tapi satu kalimat ini bener-bener membuat aku tenggelam dalam rasa penyesalan. Bang Tere bilang, “Setiap orang dapat dikalahkan oleh waktu”. Jleb, jadi keinget aja udah bertahun-tahun waktu terbuang sia-sia tanpa ada prestasi yang ngebanggain, khususnya dalam hal menulis ini. Selalu punya keinginan untuk jadi penulis hebat yang terkenal, bisa menerbitkan buku yang best seller, dan juga menjadikannya dalam bentuk film >.< gaya-gayaan doang nempelin tekad itu di dinding biar termotivasi. Tapi prakteknya, masih moody banget. Bener-bener suatu hal yang sekarang aku sesali -_-

Padahal gak sedikit juga yang bilang, “kamu bakat nulis lho ra!”, “Tulisan kamu bagus zah!”, “Ayoo.. kirimin karya-karyanya ke penerbit!”, atau gini “aku mau deh jadi pembeli pertama buku karya kamu, ra”. Bahkan dulu juga guru Bahasa Indonesia aku pernah menyuruhku mengirimkan tugas cerpen yang aku kumpulkan, ke salah satu penerbit koran. Cerpenku bagus kata beliau, dan aku punya bakat untuk menulis. Heeem.. bener-bener gak ada unsur menyombong atau gimana, tapi aku bener-bener senang dan bangga dinilai seperti itu. Hanya saja... akunya yang gak pandai memanfaatkan apa yang orang-orang sekitar sebut dengan ‘bakat’ itu. Waktu terus aja berlalu, tanpa mengasah bakat, tanpa ada karya yang berarti, dan tanpa ada keberanian untuk mengirimkan karya-karyaku ke penerbit manapun. Seperti yang dikatakan bang Tere, aku telah terkalahkan oleh waktu.

Padahal bang Tere bilang, ingin jadi penulis itu butuh konsisten, tekun dan teguh. Menulis apa saja, tentang topik apa saja mulai dari yang ringan, sepele, atau bahkan gak penting. Tapi konsisten! Jangan pernah berhenti menulis walau tulisan kita pun tidak bisa sebaik tulisan-tulisan para penulis terkenal. tapi, hey.. para penulis terkenal itupun pasti memulainya dari bawah, memulainya dari membiasakan diri dengan menulis. Hingga kemampuan menulis karya yang hebat itu datang dengan sendirinya lewat keterbiasaan kita dalam menulis. “Menulislah! Karena menulis itu adalah pekerjaan menebarkan kebaikan hingga pada batas-batas akhir. Menulis itu berarti menciptakan nyala terang dalam hidup. Dengan menulis kita bisa mengubah hidup kita sendiri, hidup orang lain, bahkan mengubah dunia” kata bang Tere.

Dari talkshow ini aku jadi tahu bagaimana menjadi penulis yang hebat itu. Harus bisa melatih diri untuk menemukan sudut pandang yang spesial dari suatu hal, berfikir kreatif tentang suatu hal yang tidak bisa orang lain pikirkan. Harus memperbanyak amunisi lagi, baca buku! Karena gimana bisa menulis dan karya kita mau dibaca orang lain kalau kitanya sendiri gak mau membaca. Bang Tere juga bilang, gak ada tulisan yang baik dan tulisan yang jelek, yang ada hanya tulisan yang relevan atau tidak relevan dengan pembaca. Mungkin bisa jadi tulisan kita dianggap tidak menarik bagi seseorang, karena seseorang tersebut merasa tulisan kita tidak relevan dengan apa yang dia alami dan ia pahami. Tapi bisa saja, ada orang lain, bahkan banyak orang yang merasa kalau tulisan kita bener-bener sesuai dengan kehidupannya sehingga dengan membaca tulisan kita orang tersebut merasa bermanfaat. Dan ketika kita merasa tulisan kita belum bisa bermanfaat bagi banyak orang, setidaknya tulisan kita bisa menemani atau menghibur pembaca yang membacanya. Jadi intinya, jangan pernah berhenti untuk menulis!



Hweew... gak ada orang yang tahu betapa merindingnya aku mendengar kata-kata beliau >.<
Benar-benar memotivasi, mencambuk, dan mengembalikan semangat lama yang telah padam. Mungkin aku memang sudah terkalahkan oleh waktu, tapi terlambat bukan berarti sama sekali tidak bisa mencapai apa yang telah orang lain capai. Aku jadi merasa harus berlari, mengejar waktu yang hilang, mencari kesempatan yang terabaikan. Walau sekarang aku sendiri masih terjebak dalam tumpukan-tumpukan laporan dan tugas kuliah, tapi aku tetap yakin, suatu saat pasti bisa. Pasti bisa seperti bang Tere Liye! Fighto, raaaa!!

Read More »»

Minggu, 26 Mei 2013

hey, hati :)


Mau seberapa menyakitkan sebuah kejadian, jika kita mempunyai hati selapang lautan, ditumpahkan racun paling mematikan se-kontainer sekalipun, tetap akan larut, tidak terasa.
Tetapi kalau hati itu sempit, satu tetes berbisa saja cukup untuk membuat hidup kita 'binasa' sehari, seminggu, bahkan berbulan-bulan.
Melapangkan hati adalah pekerjaan panjang, perlu latihan, berkali-kali jatuh-bangun, dan jelas membutuhkan ilmu dan pemahaman baik. Tidak mengapa gagal, besok lusa tidak terasa hatinya sudah semakin luas.
*Tere Liye, rp

Hey, hati. Kenapa belakangan begitu sempit? Sedikit saja tergores, sudah berurai pula air mata itu. Mana kedewasaan yang selama ini susah payah kau bangun?  Mana keyakinan yang selama ini mengakar kuat dalam dirimu? Mana ketegaran yang dulu?

Semakin mudah saja kau pecah, hanya karena masalah sepele. Semakin mudah saja merasa sesak, hanya karena kegagalan yang sedikit. Belakangan, semakin sering pula kau bertanya mengenai takdir. Yang seharusnya tak boleh kau salahkan. Kenapa hidup ini begini? Kenapa aku? Kenapa bukan mereka? Memangnya aku salah apa sehingga harus begini?

Hey, hati. Bukankah selama ini kau sudah paham? Semua cerita punya sisi indahnya masing-masing. Semua takdir itu punya sisi manisnya tersendiri. Namun, hanya orang-orang beruntung yang dapat melihatnya. Apa matamu buta? Sehingga tak berhasil masuk dalam golongan orang-orang yang beruntung itu.. Ayolah! Buka matamu, pertajam ia, hingga ia dapat melihat semua hikmah terindah yang ada dibalik semua ini!

Hidup mungkin terkadang terlihat tak adil, terkadang kesusahan selalu ditambah dengan kesusahan-kesusahan yang lain. Terkadang kebahagiaan, juga selalu ditambah dengan kebahagiaan yang lain. Terasa timpang, antara si kaya dan si miskin. Tak seimbang, antara si yatim piatu dan yang memiliki orangtua penyayang. Tak adil, antara bocah kumal jalanan dan bocah manja dengan macam-macam mainan mahalnya. Tapi tahukah kau hey, hati? Tuhan sudah menggoreskan keadilannya dibalik semua yang kau anggap tak adil itu. Jangan melihat ke-tak adilan itu hanya dari kacamata manusia yang sejatinya tak pernah puas. Tapi lihatlah dengan matamu, mata hati! Maka kau akan menemukan ribuan kasih sayang Tuhan yang terselip dalam setiap kejadian.

Ayolah.. lapangkan hatimu! Dewasakan ruhmu, hingga kau menjadi orang-orang yang beruntung di bumi ini. Allah itu selalu ada, bahkan disaat kau dengan mudah melupakanNya. Allah itu tak pernah meninggalkanmu, bahkan setelah ribuan kali kamu meninggalkanNya. Perjalanan yang sulit ini adalah hadiah dariNya untukmu yang kelak akan menjadi orang besar. Takdir yang pahit ini adalah janjiNya untuk takdir yang lebih baik suatu saat nanti. Setiap orang sudah digariskan jalan hidupnya, sudah ditentukan perannya, sudah dijatahkan rezekinya dengan seadil-adil pengadilanNya. Ayok, bangun lagi kedewasaanmu itu, pupuk lagi ketegaran yang dulu. Siapkan diri untuk rencana besar yang sudah disiapkanNya. Yakin, Allah itu tak pernah ingkar dengan janjiNya.. :)


Read More »»

Jumat, 24 Mei 2013

Bersahabat dengan ular :D

Sebenernya, selama 18 tahun aku hidup sebelumnya, sama sekali tak pernah terpikirkan bahwa saat memasuki dunia kuliah aku akan bersahabat dengan hewan reptil, khususnya ular. Bisa dibilang dulu aku merasa agak ngeri juga dengan makhluk yang satu itu, karena kebanyakan film yang aku tonton tentang hewan itu sudah pasti memperlihatkan sisi keganasannya. Sebut aja film anaconda yang bisa melahap tubuh manusia dewasa dalam sekali telan, atau tentang film ular derik yang katanya bisa-nya dapat menular kemana-mana, atau juga film tentang ular kobra yang kelihatan mengerikan saat tubuhnya sudah membentuk seperti sendok. Macam-macam dah. Tapi entah kenapa, bagiku sekarang, hampir setiap ular itu terlihat lucu dan menggemaskan >.<!

Berawal dari mas tanjung yang memperkenalkan aku dengan momo (Ptyas mucosus) pas perkenalan kelompok studi di masa ospek dulu. Itulah pertama kalinya aku memegang hewan panjang meliuk-liuk itu. Awalnya gemetaran, takut-takut ular itu mengigit, atau tiba-tiba menyerangku. Tapi kata mas tanjung dulu, asal kita memegangnya dengan perlahan, gak kagetan, bisa membuat ular itu nyaman, maka semuanya akan aman-aman aja. Jadilah sejak itu aku berteman bahkan bersahabat dengan ular. Setiap kali melihat ular rasanya aku exited ingin berkenalan secara langsung! Ingin berkesempatan memegangnya, melilitkannya ditangan atau dileher sendiri (yang gak berbisa tentunya, karna kalau untuk ular berbisa, ada treatment khusus kalau ingin megang). Ada macam-macam ular yang sempat dipelihara di liang. Mulai dari ular python, macam-macam colubrid, bahkan kobra pun ada. Beberapa dari mereka sudah ada yang berhasil aku akrabi :D

Pengalaman yang paling menegangkan sekaligus menyenangkan adalah saat aku belajar handling ular kobra dengan tangan kosong. Tanpa alat, tanpa pengaman, hanya bermodal teknik amatiran, kehati-hatian dan kesiap-siagaan(halah). Waktu itu hari libur, di rerumputan kampus untuk pertama kalinya aku belajar ‘pedekate’ dengan yang namanya kobra, ular yang dikenal orang-orang awam sebagai ular yang paling nyeremin. Padahal menurut para senior ahli serpentes di KSH, justru nge-handling kobra itu jauh lebih gampang dibandingkan ular-ular lainnya. Asal kita tau tekniknya, dan bisa tenang gak panikan, pasti itu kobra bisa ditaklukan. Deg-degan gila saat jarak antara aku dan si kobra itu kurang dari semeter, waktu itu aku masih tremor sama yang namanya ular berbisa. Masih belum berani megang ular berbisa apalagi ular sekelas kobra yang punya toksin tipe neurotoksin. Sekali gigit, walau sedikit, akibatnya bisa bener-bener fatal. Tapi setelah sekian lama berlaga ditengah rerumputan(helah..), akhirnya ular kobra itu berhasil juga aku tangkap dengan tangan sendiri. Yeay! >.<! bener-bener girang dan pengen teriak dalam hati. Saat itu cuma satu yang aku pikirin, coba aja adek-adekku bisa melihat aksi kakaknya ini yang sedang menantang maut. Hahaha.. ngedadak ngerasa keren saat itu juga XD

with Enhydris, Xenochrophis, Morelia and Ptyas mucosus

Megang ular, mungkin emang udah biasa bagi anak-anak KSH. Tapi kalau digigit ular, hanya orang-orang beruntunglah yang bisa merasakannya, haha. Aku pernah sengaja digigit oleh ular Gonyosoma oxycephala. Ular hijau panjang yang hiperaktif, bener-bener hiperaktif. Kalau ular ini dilepas buat latihan handling, bisa-bisa semua anak serpentes dikerahkan untuk menjinakkan ular hiperaktif itu. Ngamuk kerjaannya, brutal banget dan gak ramah walaupun sama yang punya. Ckckck.. tapi justru disitulah nilai tantangannya buat bisa akrab dengan ular itu. Gimana rasanya digigit? Haha, susah sih dijelasinnya, kalau mau tau ya coba aja sendiri :p rasanya unik >.<!

Kalau digigit sama ular yang gak berbisa, insyaAllah bakal aman-aman aja. Cuma berdarah-darah dan ninggalin bekas luka yang dalam waktu beberapa lama bisa kering sendiri. Semua jadi masalah kalau yang mengigit itu adalah ular berbisa, sekecil apapun, kalau ularnya itu punya bisa tinggi, tetep aja berbahaya bahkan bisa menyebabkan kematian. Bahkan kata para senior, bayi ular berbisa itu jauh lebih bahaya daripada ular dewasa, karena dia masih kecil, belum ngerti gimana caranya mengontrol berapa banyak bisa yang harus dia keluarkan saat mengigit mangsanya. Bisa-bisa semua ‘bisa’ yang dia punya dia keluarkan untuk mangsanya, dan itu bakal jauh lebih berbahaya lagi. Ini dia yang awalnya bikin aku masih enggan megang ular berbisa(sebelum berhasil handling cobra). Kita gak pernah tau seberuntung apa kita disaat sedang berhadapan dengan ular berbisa. Sebelumnya ada sih, seniorku di KSH yang kegigit ular cobra waktu latihan handling. Alhasil, senior aku itu langsung dilarikan ke rumah sakit dan harus dirawat beberapa hari. Dan biaya yang keluar bener-bener gak sedikit untuk perawatan gigitan ular berbisa tinggi itu. Untung aja cepet penanganannya, langsung dikasih anti venom saat itu juga. Kalau terlambat, yah, wallahu a’lam >__<

Pernah di satu moment, aku nemu ular yang masih bayi di rerumputan kampus. Namanya ular Rhabdophis sp. Iseng, dan naluri ‘pengen kenalan’ku pun langsung on! dengan sedikit berusaha akhirnya bayi ular itupun berhasil aku pegang dengan tangan sendiri. Yah, yang namanya juga pertahan diri dari hewan, saat aku pegang spontan bayi ular yang lucu imut-imut itu langsung menggigit jari telunjuk kanan-ku. Teng... aku sempat terpana beberapa saat melihat bagaiman si bocah ular itu menggigit jariku. Temenku yang panik gak karuan, karena ternyata, si bocah kecil itu adalah ular berbisa. Maklum, ilmuku tentang ular juga sebenernya masih cetek banget, jadinya lupa gitu kalo ular yang aku tangkep ternyata berbisa. Hehee.. dan akhirnya saat itu juga aku langsung dibawa ke UGD. Wewwh.. -__-

Untunglah aku hanya sebagai korban gigitan kering (gigitan kosong) dari si baby Rhabdophis itu. Artinya, dia belum sempat mentransfer bisanya ke jariku yang sangat beruntung ini. itu karena ular Rhabdopis adalah ular dari familia Colubridae yang memiliki tipe gigi bisa ophistoglypha(gigi bisa dibelakang). Jadi, saat menggigit mangsanya, butuh proses agak lama untuk bisa mengeluarkan ‘bisa’nya pada mangsa. Fiuuuh... untunglah aku selamat :D gak kebayang kalau bener-bener sempet kena ‘bisa’nya. Bakal harus diinfus antivenom dan dirawat di rumah sakit, dan itu semua biayanya MAHAL! Yakalii.. bisa kaget juga kan keluarga di rumah kalo aku minta duit untuk biaya rumah sakit karena digigit ular berbisa. Bisa-bisa ditarik balik ke Padang lagi .__.

Rhabdophis *imut kan?? >__<

Tapi pengalaman digigit ular berbisa itu (walaupun yang gigit masih baby), adalah pengalaman yang paliiiing keren kedua setelah pengalamanku handling Cobra sebelumnya. Mendadak jadi artis saat itu juga. Haha.. Karena saat itu juga banyak yang pada nanyain kondisi aku setelah digigit. Terutama anak-anak liang, mereka malah rame banget nyorakin keisengan aku yang berbuah masuk UGD itu. Lagian ular berbisa pake ditangkep-tangkep segala -__-

Untuk selanjutnya, sebenernya aku pengen banget bisa lebih mengenal seluk beluk tentang ular. Pengen juga jadi ‘ahlinya’ ular di KSH. Tapi karena sesuatu dan lain hal, juga karena kesibukan akademik yang lebih menekan, jadinya aku gak bisa fokus memperdalam ilmu tentang ular. But, it’s okey! Karena bisa akrab dengan ular aja, itu udah bener-bener jadi pengalaman hebat buatku! :D

Read More »»

Minggu, 12 Mei 2013

hmm :D

dan karena seseorang belakangan jadi sukaaaa banget muter lagu ini >__<
#thank's karna udah jadiin aku pendengar pertama untuk lagu yang pertama, senpai! walau konsernya akhirnya gagal. haha :p


"Little Things"
(one direction)

Your hand fits in mine
Like it's made just for me
But bear this in mind
It was meant to be
And I'm joining up the dots with the freckles on your cheeks
And it all makes sense to me

I know you've never loved
The crinkles by your eyes
When you smile
You've never loved
Your stomach or your thighs,
The dimples in your back at the bottom of your spine
But I'll love them endlessly

I won't let these little things slip out of my mouth
But if I do
It's you
Oh, it's you they add up to
I'm in love with you
And all these little things

You can't go to bed without a cup of tea
And maybe that's the reason that you talk in your sleep
And all those conversations are the secrets that I keep
Though it makes no sense to me

I know you've never loved
The sound of your voice on tape
You never want
To know how much you weigh
You still have to squeeze into your jeans
But you're perfect to me

I won't let these little things slip out of my mouth
But if it's true
It's you,
It's you they add up to
I'm in love with you
And all these little things

You'll never love yourself half as much as I love you
You'll never treat yourself right, darling, but I want you to.
If I let you know I'm here for you
Maybe you'll love yourself like I love you, oh.

And I've just let these little things slip out of my mouth
'Cause it's you,
Oh, it's you,
It's you they add up to
And I'm in love with you
And all these little things

I won't let these little things slip out of my mouth
But if it's true
It's you,
It's you they add up to
I'm in love with you
And all your little things


"Marry Your Daughter"
(Brian Mcknight)

Sir, I'm a bit nervous
'Bout being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time,
See in this box is a ring for your oldest
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Very soon I'm hoping that I...

Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
When she walks down the isle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
She's been hearing for steps
Since the day that we met (I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
So don't you ever worry about me ever treating her bad
I've got most of my vows done so far (So bring on the better or worse)
And tell death do us part
There's no doubt in my mind
It's time
I'm ready to start
I swear to you with all of my heart...

I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the isle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

The first time I saw her
I swear I knew that I say I do
I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the isle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

ps : kapan-kapan nyanyi lagi ya? :D


Read More »»

Selasa, 02 April 2013

aku (emang) masih bocah


Tiba-tiba aja keinget dengan percakapan antara aku dan vita pas lagi kelas sishew. Tentang seorang temen sekelas, seangkatan, seukuran(loh?) yang sekarang lagi hamil lima bulan. What theeee.... HAMIL??! Jelas-jelas aja aku kaget saat itu juga! Gimana enggak, bahkan kabar pernikahan dia yang di semester tiga kemarin (semester dewa kalau di fakultas biologi) itu aja udah bikin aku ternganga. Di semester tiga, disaat aku tidur diselimutin sama laporan, dia udah harus ngurus suami. Di semester tiga, disaat aku guling-guling karena praktikum bejibun, dia udah berkeluarga. Dan sekarang, di semester empat ini, dia hamil. Saluuuuuttt... asli salutnyaa >.<!

Hem, nikah dini emang bukan jadi hal yang aneh lagi sih di jaman sekarang. Udah banyak orang yang memutuskan untuk cepet-cepet nikah daripada nambah-nambahin dosa (you know what I mean lah..). Jadi sebenernya, berita pernikahan temen aku ini juga bukanlah sesuatu yang gak wajar, bagus malah kan. Mungkin aku terkesan lebai, tapi ya kaget aja, kalau ditanya ke semua anak biologi UGM, atau bahkan ditanya ke dosen-dosennya pun, pasti sepakat kalau semester tiga-empat itu adalah semester yang paling berat. Mulai dari praktikumnya, laporannya, tugas-tugasnya, ada proposal ini itu pula, praktikumnya juga ada yang praktikum lapangan lagi, deadline ini itu pokoknya bener-bener semester yang crowded sangat. Bener-bener pilihan yang harus matang kalau mutusin mau nikah dalam rentang waktu itu. Tapi, namanya juga jodoh ya? Gak kenal tempat, gak kenal waktu, kapan udah di takdirkan, ya langsung! Makanya salut banget aja sama temenku itu, dia pasti udah jauh lebih dewasa, lebih matang, udah pantes jadi seorang ibu, makanya dia siap menikah di saat usianya masih muda banget gitu (kalau tahun kelahirannya sama denganku, berarti pas dia nikah umurnya masih 19-an).

Itu baru aja nikahnya, awalnya aku kira, dia nikah tapi belum bakal mutusin untuk punya anak. Aku kira dia bakal menunggu sampai memasuki semester-semester yang lebih tenang. Tapi sekali lagi, yang namanya rejeki, dia dikasih duluan, masak mau ditolak?? Aku sempet terpana gitu, pas ngeliat dia jalan dengan hati-hati sambil ngejaga kandungannya. Padahal dia kecilnya gak jauh beda sama aku, tapi perutnya udah berisi >.< isi kepalanya juga pasti udah prepare untuk jadi seorang ibu. Mentalnya udah disiapin buat ngelahirin anak (yang pastinya itu bakal sakit banget-banget). Dan hidupnya juga pasti udah di dedikasikan untuk calon anaknya kelak. Waa,waa.. semoga dia dan calon bayinya sehat-sehat aja ya, dan semoga persalinannya nanti juga bisa lancar-lancar aja. Siapa tau sesekali ntar dia bawa anaknya ke kampus, jadi aku bisa kenalan sama dedek kecilnya :D

Eh, ini bukan karena aku kepengen ya -__-
yakali, berkeluarga secepat itu. Buat aku yang masih ‘begini’, itu bener-bener masih belum mungkin. Ngeliat temen aku itu, aku jadi nyadar betul kalau ternyata aku ini masih bocah. Pikiranku masih anak-anak, tingkahku juga banyak yang belum dewasanya. Jangankan ngurusin orang lain, ngurusin jam makan sama istirahatku sendiri aja masih berantakan banget. calonnya aja belum ada (uhuk). Adekku yang terakhir juga masih kecil banget, gak kebayang kalau adekku yang masih kecil itu dalam waktu singkat ngedadak jadi ‘oom’ (aaa... ngebayanginnya aja ngeri >.<).

Perjalananku masih panjaaaaaang banget gak tau sepanjang apa. Aku masih punya kewajiban makmurin adek-adekku dulu (kakak yang bertanggungjwab ceritanya mah). Aku juga masih pengen bisa manja-manja sama ortu, belum siap untuk manja-manjain anak >.< walau aku bener-bener suka sama anak kecil, tapi aku bisa sabar kok menunggu sampai waktu yang tepat tiba. Sekarang mah, mantepin akhlak dulu, fokus kuliah dulu, cumloud-in IPK dulu, lulus dulu, bahkan kalo bisa ke Jepang dulu :D atau mungkin cari kerjaan dulu setelah kuliah S1, biar bisa bantuin biaya sekolah adek-adek.

Tuh kan, tanggung jawabku sebagai anak dan kakak aja masih banyak banget yang belum terpenuhi. Disaat ada temen-temen yang bilang pengen nikah di usia 21, atau selepas lulus kuliah, heem.. aku masih pikir-pikir lagi deh. Aku pengen mengepakkan sayapku dulu kemana-mana sebelum harus terikat. Nyadar juga kalau masih jauh dari siap, nyadar kalau aku ini masih bocah. :3

 Someday, pasti!



Read More »»

Senin, 01 April 2013

:D

pas buka foto-foto lama bareng anak KSH, gak tau kenapa, suka aja liat foto yang satu ini. Senyumnya pada sumringah bangeet :)

semoga nanti, walau kita udah pada lulus semua, kita tetep gak saling ngelupain ya. namanya juga keluarga, mana boleh dilupain. :')
#KSH JAYA, KSH!!


Read More »»

Minggu, 31 Maret 2013

anak kosan gak boleh sakit!


Sakit itu gak ada yang enak ya. Apalagi untuk anak rantau yang ngekos. Semuanya serba harus ngurusin sendiri, mulai dari maksain makan, minum obat, bahkan ngompresin kening sendiri. Sedih banget, gara-gara ini aku jadi homesick akut pake banget-banget. Kalau sakit dirumah kan rasanya lebih enakan, makan bisa dibikinin sesuai selera, bahkan terkadang disuapin, ada yang ngompresin, dimanja-manjain, dibeliin makanan ini itu dan kalo pengen mandi ada yang masakin air hangat. Hufh, aku jadi kangen telor ceplok plus kecap bikinan ibuku. Sederhana padahal, cuma telor ceplok. Tapi telor ceplok buatan ibu ku itu istimewa entah karena dikasih bumbu apa. Karena ada cinta seorang ibu kali yak. Hehe

Jadi ceritanya aku udah empat hari ini demam gak jelas. Turun naik gak karuan panasnya. Menggigil sendirian dibalik selimut sambil ngigau macem-macem (kebiasaan kalo demam, entah apa yang aku igaukan pas lagi panas-panasnya -__-). Lidah rasanya pait banget bahkan minum air putih pun bikin aku rasanya pengen muntah. Hoek, paiiit bangeeeet.. >.<

sebenarnya udah was-was juga sih, di daerah sekitarku lagi musim-musimnya demam berdarah. Terkadang jadi mikir yang enggak-enggak. Tapi gak mungkin lah ya, Allah kan maha penyayang. Gak mungkin ngasih aku penyakit parah justru disaat ujian UTS tinggal H minus beberapa jam. Besok UTS cobaaa.. belum belajar, megang buku masih puyeng. Perut masih mual, bawaannya masih pengen tiduran.

Masih bersyukur sih, punya temen-temen yang care gak ada habisnya. Ada yang nganterin sarapan, ada yang nemenin waktu ngecek ke klinik kampus, ada yang tiap bentar sms nanyain perkembanganku. Bahkan abg dokter yang ada di Padang tiap bentar nelponin nanyain keadaanku. Tapi walau begitu, tetep aja kayaknya sakit dirumah itu rasanya lebih enak. :(
Bahkan demam kayak gini rasanya tu jauh lebih ga enak daripada penyakit aku yang satu lagi itu kumat. Habisnya, kalo demam efeknya bener-bener kemana-mana.

Belum lagi, karena sendirian di kosan, gara-gara sakit ini kosan jadi bener-bener gak keperhatiin. Berantakan udah kayak kapal pecah. Cucian numpuk, setrikaan ngegunung. Weleh.. malah ngasih pe-er kalo ntar udah sembuh. Kerja bakti dulu ngebersihin kosan yang super ampun berantakan ini. padahal kan kalo dirumah mana adaaaa, sakit mah ya sakit aja. Gak perlu mikirin hal tetek bengek macam ini. huweee... jadi pengen pulang kan T.T

Jadi inget aja waktu sakit cacar dulu. Demam tinggi juga. Walau rasanya bener-bener gak nyaman, tapi karena dapet ‘service’ khusus sebagai orang sakit dari keluarga, aku jadi betah-betah aja ngelewatinnya. Hah, mau gimana lagi yak. Toh merantau emang pilihan hidup aku sendiri :O

Sekarang ini demamnya udah turun, udah bisa ngetik di leptop *makanya iseng banget nulis beginian*
Cuma lidah aja yang rasanya masih pait gak ketulungan, jadinya belum nafsu makan. Semoga aja cepet baikan seiring ilang demamnya. Kapok ah sakit selama masih jadi anak kosan. lain kali aku harus bener-bener ngejaga lagi kesehatan ini. Besok ujian mikrobiologi, dan aku bener-bener belum belajar sama sekali. Hah, ya udahlah yaa, pasrah aja dah. Semoga besok bener-bener sehat, dan semoga besok Allah ngasih mukjizat biar bisa ngisi soal-soal ujiannya dengan lancar. Amiiiin >.<





Read More »»

Rabu, 20 Maret 2013

masa lalu


Masa lalu

Maaf jika aku ingin melupakan semuanya. Dari awal hingga akhir, tak bersisa. Maaf jika aku telah merobek lembaran-lembaran yang pernah ada, membakarnya, dan kini telah menjadi abu entah dimana. Maaf karena aku juga melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan : menghapus semua cerita dengan satu kali ‘delete’. Dan maaf, karena kini, hanya ada sesal yang tertinggal karena telah pernah mengenalmu. Masa lalu.

Aku ingin kembali mencari diriku yang dulu, sebelum bertemu denganmu. Aku yang lebih periang, aku yang lebih kuat, aku yang lebih baik. Aku ingin me-reset ulang semuanya, mengubah cerita yang pernah ada, dan menggantimu dengan tokoh yang sebenarnya (kelak). Karena kau ternyata hanya kesemuan belaka, ilusi yang tak pernah ada.

Aku bukan lagi seperti orang yang kau kenal, begitu juga kau yang sekarang tak lagi aku kenal. Jadi, tak perlu lagi ada sapaan, atau bertanya tentang kabar. Karena sekarang, kita bukan lagi orang yang saling mengenali.

sekali lagi maaf, karena inilah aku yang sekarang. Tak ingin lagi mengingat masa lalu.
Jadi, tolong pergilah. Menjauhlah. Menghilanglah bersama abu lembaran-lembaran yang telah aku bakar. Aku mohon.


Read More »»

happy birthday, mom :D

#18 Maret 2013
You held my hand when i walked, You caught me before i fell,
You taught me to stay strong and believe in myself.
You did so much for me.
I cannot thank you enough.
For all the love, pray, and care you have given to me.
you are undying love, Thank you for being there when i needed you over the years.
happy birthday, my beloved mom! barakillah fiumrik.. may Allah always keep you healthy, bless and protect you wherever you are.
hope this naughty little girl will be a mother like you someday. :')

Barakillah fiumrik, ummi :)
uhibbuki fillah! >.<

dan akhirnya, sampai juga ummi pada usia 41 tahun ini. satu hal yang teteh sadari, disaat teteh beranjak semakin dewasa, maka ummi juga beranjak semakin tua selama mengajarkan teteh kedewasaan. Disaat inilah teteh juga mulai punya tanggung jawab untuk membalas semua jasa-jasa ummi kan? Walau sepersekian persen pun tak akan pernah sampai untuk terbalaskan.

Ummi, bagaimanalah teteh harus mengurai rasa syukur karena telah dilahirkan dari rahim ummi? Seorang ibu yang hingga sekarang pun tak pernah letih memberi bekal ‘bagaimana caranya menjadi perempuan sholehah’ itu. Seandainya ada mesin waktu, ingin sekali rasanya kembali ke masa-masa dahulu untuk memperbaiki semua kesalahan yang pernah teteh perbuat pada ummi. Ingin sekali rasanya mencabut duri-duri yang dulu teteh tancapkan saat diri ini masih juga keras kepala. Ingin sekali rasanya menghapus tiap tetesan airmata ummi yang jatuh karena sikap teteh yang sulit untuk menurut. Jika di dunia ini hanya boleh meminta satu keinginan, teteh hanya ingin itu, hanya ingin bisa mengobati semua luka yang teteh toreh di hati ummi. Maafkan anakmu yang masih dalam proses menuju dewasa ini ya, mi. Teteh terlalu takut untuk menjadi anak durhaka, namun sikap masih saja sering seenaknya. Bagaimanalah teteh bisa menebus kesalahan-kesalahan lama itu, mi? :’)

Terima kasih, mi.. atas semua pengorbanan ummi mulai dari saat teteh masih berupa janin di rahim. Ummi masih terlalu muda saat itu, tetapi sudah harus berjuang menjaga kandungan anak pertama ummi ini walau dengan segala kesulitan hidup yang ada. Terima kasih karena ummi mau menanggung rasa sakitnya pertama kali melahirkan anak. Terima kasih karena sudah terjaga di tengah malam saat teteh merengek minta disusui, terima kasih juga karena telah mengurusi teteh setiap teteh sakit. Terima kasih karena telah menjadi benteng pertama teteh saat lingkungan luar menganggu teteh. Terima kasih atas kesabaran ummi selama ini, atas semua jasa tanpa pamrih ummi yang tak berbilang, atas semua doa-doa ummi untuk teteh yang kerap ummi untaikan di malam-malam sepertiga..

Dan maaf, maaf karena sejak teteh lahir pun teteh sudah menorehkan rasa sakit pada ummi. Sifat membangkang teteh, sifat keras kepala teteh, sifat kekanak-kanakan teteh yang seringkali membuat ummi menangis. Maaf karena seringkali terlontar kata-kata kasar dari bibir yang tak tau diri ini, mi. Maaf karena pernah membanting pintu kamar disaat ummi sedang menasehati teteh hal-hal yang baik. Maaf karena pernah berbohong pada ummi padahal ummi sudah bersusah payah mengajarkan teteh untuk menjadi pribadi yang jujur. Maaf, maafkan teteh, mi..

Semoga ke depannya, teteh dan adek-adek bisa semakin menjadi anak yang baik ya, mi :)
Menjadi anak yang sholeh dan sholehah, yang nantinya bisa menjadi bekal bagi ummi dan abi di ‘masa’ yang akan datang. Semoga Allah selalu menjaga umi, dari bahaya dunia maupun akhirat dimanapun dan kapanpun ummi berada. Semoga Allah melindungi ummi dari dosa maupun fitnah. Semoga keluarga kita selalu berada dalam sakinah, mawaddah dan warrohmah. Semoga umur ummi selama ini, juga umur ummi nantinya di tahun-tahun ke depan selalu di berkahi Allah. Semoga Allah selalu memberikan ummi kesehatan, dan memberi ummi umur yang panjang, sehingga kelak, ummi bisa menyaksikan satu persatu anak-anak ummi ini sukses dan membanggakan :)

Barakillah fi miladik, ummi. Happy birthday, mom! My bestie mom :)



Read More »»

Rabu, 06 Maret 2013

#okefine!

Entah ada apa dengan hari ini *kemarin maksudnya, karena sekarang sudah pukul 1 pagi*.
Di awali dengan terlambat bangun, padahal bahan pre-test sistematik hewan yang bakal di ujiankan hari itu belum tergarap semua. Semalaman nginep di kosan sohib, dengan niat suci mau belajar ekstra keras plus bikin proposal, eeeh.. gak taunya jam 12 malem kita berdua malah udah terbang ke dunia mimpi -__-

bangun-bangun panik karena ada kuliah pagi. Ngebut aku pulang ke kosan pake sepeda pinky kesayangan untuk siap-siap ngampus. Nyampe kosan, ngunci sepeda di teras, pas mau buka pintu... ternyata kuncinya KETINGGALAN di kosan sohib aku itu. Bah! Ini sudah yang kedua kalinyaaaa...

Kalau kunci tinggal di jemput sih, ya bisa aja. Aku tinggal balik lagi ke kosan sohibku itu. Tapi masalahnya, sepeda juga di kunci! Mau pake apa aku balik lagi kesananya?? Mau jalan kaki?? Ini udah mepet waktunya karena jam kuliah pagiiii. Kesel gak jelas pagi-pagi, sama diri sendiri tentunya. Fiuuh, tapi akhirnya aku tetep balik lagi ke kosan sohibku itu dengan jalan kaki -__-

berangkat kuliah nyaris telat. Belum lama duduk, dosen masuk, ujug2 bilang, “semuanya keluarkan kertas, kita kuis dulu pagi ini”. what? Ini yang namanya kuis dadakan. Mana adaaa aku belajar malam sebelumnya. Bahan pre-test aj abelum selesai tergarap. Okefine, pagi ini aku benar-benar sedang mujur.

Kuliah berlalu, waktu kosong sebelum pre-test dan praktikum ‘sishew’ aku pakai untuk nyicil proposal laporan fistum(red:fisiologi tumbuhan). Alhamdulillah setelah itu pre-test dan praktikum berjalan lancar dan menyenangkan. Pulang dari praktikum, aku bergegas ingin pulang untuk garap proposal laporan yang harus di upload malam ini juga jam duabelas teng! Mau pulang, aku baru inget isi dompet kosong, Alhamdulillah baru dapet kiriman dari ortu :D, ngebut lagi lah aku dengan si pinky menuju ATM terdekat.

Sampai di ATM..
buka dompet, dan aku baru menyadari suatu hal. KTM(kartu tanda mahasiswa)-ku ilaaaaaaaang.. >__<
waa, waa, waaa.. panik gak karuan di dalam bilik ATM itu. Pikiran jadi ngedadak full, karena beban proposal juga. Buru-buru selesein ambil duitnya, dan buru-buru ‘terbang’ lagi ke kos dengan kecepatan tinggi. Niat mau ngobrak-abrik kosan nyari KTM yang itungan berharga itu. Ternyata gak ketemu. Hiks T__T

Udah agak pasrah dengan ilangnya KTM itu. Udah niat mau tanya-tanya ke senior gimana prosedur bikin KTM baru lagi. Tapi pas buka dompet lagi... kartu ATM gue juga ikutan gak adaaaaaaa! #panik yang kesekian.

jadi ternyata ceritanya begini, itu kartu ATM masih ada di mesin ATMnya. Belum aku keluarin, transaksi masih belum selesai, masih bisa buka-buka saldo atau kalau mau ambil duit lagi (untungnya duitnya udah aku kosongin sebelumnya *fiuuh*). Pas ambil duit sebelumnya, aku lupaaa... lupa ngeluarin kartunya! Setelah resi tercetak, aku ambil dan main langsung cabut aja nyamber sepeda untuk ke kos karena nyadar KTM ilang.
*flashback selesai*

Setelah nyadar akan itu semua, aku kembali melecut si pinky biar bisa berlari sekencang mungkin. Nyalip sana, nyalip sini. Jalanan pogung (daerah kosanku) udah jadi kayak arena pacu sepeda. Ngos-ngosan nyampe ATMnya lagi, gak taunya.. hiks. Kartu itu udah hilang entah di ambil siapa.. T.T
nelangsa. Pasrah. Perut keruyukan karena belum makan dari pagi. Proposal menuhin kepala. Hadeuuh, ini kepala mau pecah saat itu juga.

Okefine! Soal kartu-kartu itu masih bisa di urus. Walau kabarnya tetep harus ke kantor polisi untuk minta surat keterangan kehilangan kalo mau buat yang baru lagi *itu yang ribet dan bikin males*
setelah bersih-bersih, makan, dan sholat maghrib, aku mencoba melapangkan hati dan pikiran biar khusyuk nyelesein proposal. Sejam pertama, masih bisa tenang. Sejam kedua, mulai bingung sana-sini tentang isi proposal. Beberapa jam kemudian semakin puyeng dengan ‘apa yang harus aku tulis di proposal iniiii?’. Hingga akhirnya kelar juga walau compang-camping sana-sini. Fiuuh.. masih ada waktu untuk bisa upload proposal ini di semacam situs kuliah online punya kampusku.

Tapi (lagi-lagi) ternyataaaa.. itu situs gak mau di buka2! Lemod asli gilaknya .__.
padahal kalo buka fesbuk, twitter, gugel, blog, lancar-lancar aja. Bukan koneksi modemku yang lagi kumat. Tapi situs yang amat sangat penting saat itu malah gak mau kebukaaa..  hingga, batas waktu untuk upload pun habis. Time out. dapet minus sepuluh untuk nilai proposal ini. Okefine, tepat jam 12 tengteng tadi semua asam manis pahit pedes asemnya hari lengkap sudah. Capek badan dan pikiran. Bertanya-tanya pada hati. Ada apa dengan semua ‘kemalangan’ hari ini?

Mungkin ada dosa yang belum termaafkan yang aku perbuat hari ini. Astaghfirullaaah... rasanya pengen nangis. Capek ngadepin diri sendiri yang super duper ceroboh dan pelupanya minta ampun ini. Kasus-kasus hari ini cuma serangkaian kasus yang emang sebelum-sebelumnya juga udah terjadi, walau dengan cerita yang beda-beda. Minus aku di ceroboh dan pelupa akut ini udah bener-bener merugikan diri sendiri dan orang lain. Kapan bisa sembuh ya Allah.. T.T

Okefine! Sebenernya ini cuma masalah sepele yang beruntun. Hanya karena isi kepala aku lagi sangat crowded makanya rada lebai menanggapi. Tulisan ini juga hanya sebagai media untuk membuang uneg2, karena sedari tadi rasanya aku ingin ngebakar situs yang bikin kesel itu. #haha. Semoga ini bener-bener bisa dijadiin pelajaran oleh si ZAHRAH itu. Biar hal-hal macam ini gak terulang lagi di lain waktu.

Sekarang sudah pukul 2 pagi, dan saya harus tidur untuk menyambut shubuh. #see u!



Read More »»

Minggu, 03 Maret 2013

Happy Birthday, dad! :D

Tanggal 3 Maret, tahun 1968. Tanpa hari yang bersejarah ini, mungkin gak bakal pernah ada teteh di dunia ini. Empat puluh lima tahun yang lalu, seorang ksatria hebat lahir. Dan betapa bersyukurnya teteh, sejak kelahirannya, seorang ksatria itu telah digariskan untuk menjadi abi teteh :D

Hepi milad, abi tercinta :D
bukan maksud ingin merayakan berkurangnya usia abi, hanya saja, teteh ingin mengurai rasa syukur karena telah menjadi anak pertama abi selama ini. Menjadi anak yang paling pertama dinantikan, menjadi anak yang paling mirip dengan abi, menjadi anak yang (semoga saja) hebat seperti abi.
Semoga umur abi selama ini diberkahi oleh Allah, begitu juga berpuluh tahun ke depannya. Semoga abi sehat selalu, berumur panjang hingga bisa menyaksikan teteh dan adek-adek sukses. Hingga teteh dan adek-adek bisa membalas kepenatan abi selama mencari nafkah untuk keluarga ini. hingga teteh punya waktu yang panjang untuk tetap menjadi anak pertama abi! #maap ya adek2 :p

Semoga, abi selalu terhindar dari dosa-dosa besar dan segala fitnah. Semoga Allah selalu melindungi abi dimanapun abi berada. Semoga Allah selalu memberikan abi kekuatan dan kesehatan. Semoga Allah menjadikan anak-anak abi sebagai anak yang sholeh-sholehah yang nantinya akan menolong abi dan umi di akhirat nanti. Amiiin...

Entah bagaimana ayah-ayah yang lain yang ada di dunia ini. Yang jelas, abi adalah ayah terhebat, tergagah, terganteng, dan terbaik sedunia! Kelak kalau teteh punya anak, teteh ingin sekali anak-anak teteh memiliki ayah seperti abi. Yang mampu menjadi guru kehidupan yang baik bagi anak-anaknya. Yang mampu menjadi pemimpin yang adil, jujur, kuat dan penyayang dalam keluarga. Abi yang the best pokoknya mah!

Walau gak semuanya bisa teteh hafal, tapi InsyaAllah teteh akan berusaha mengingat dan mengamalkan semua ilmu kehidupan yang udah abi ajarkan selama ini. Semoga kelak bisa menjadi amal jariyah bagi abi. Tapi, jika teteh boleh berdoa, semoga usia abi benar-benar masih panjang. Masih bisa melihat dzaki si bungsu sukses dan berkeluarga, masih bisa melihat cucu teteh kelak. Karena tanpa abi, teteh yakin dunia teteh bakal pincang kehilangan keseimbangan. Kabulkan ya Allah.. aamiiin.. Allahumma Aamiin.. >__<

Abi, barakallah fi umrik. Semoga kita sekeluarga selalu mendapat perlindungan dunia dan akhirat ya, bi. Semoga kita sekeluarga akan selalu menjadi keluarga paling bahagia walau dengan segala keterbatasan yang ada. Abi yang hebat, abi yang penyabar, abi yang tegar. Karena abi kita sekeluarga menjadi kuat. Karena abi, teteh dan adek-adek menjadi kuat dan dewasa. Terima kasih untuk 20 tahun ini, bi. Karena telah merawat, membimbing, menjaga dan mengajarkan banyak hal baik pada teteh dan adek-adek. Kelak, suatu saat nanti pasti, teteh dan adek-adek akan menjadi orang sukses yang sholeh-sholehah, yang bisa membalas penat dan letih abi selama ini. kelak, pasti ada masanya roda keluarga kita berputar ke atas. Terima kasih karena abi selalu sabar mencarikan kami nafkah bi. Terima kasih juga karena abi benar-benar telah berhasil mengajarkan teteh dan adek-adek tentang kesabaran. Terima kasih, karena telah menjadi ayah bagi teteh dan adek-adek. :)



happy birthday my super dad! barakallah fiumrik. it's trully a blessing to have you as a father. thanks for making me rich, not with money, but with your love, caring and happy family.
hope Allah always bless you in any time and in everywhere. aamiin.. Allahumma aamiin.. I love you as always :D



Read More »»

Kamis, 28 Februari 2013

If you're not the one - daniel bedingfield


If you're not the one then why does my soul feel glad today?
If you're not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call
If you are not mine would I have the strength to stand at all

I never know what the future brings
But I know you are here with me now
We'll make it through
And I hope you are the one I share my life with

I don't want to run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?

If I don't need you then why am I crying on my bed?
If I don't need you then why does your name resound in my head?
If you're not for me then why does this distance maim my life?
If you're not for me then why do I dream of you as my wife?

I don't know why you're so far away
But I know that this much is true
We'll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you're the one I build my home with
I hope I love you all my life

I don't want to run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay in your arms?

'Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
'Cause I love you, whether it's wrong or right
And though I can't be with you tonight
You know my heart is by your side

I don't want to run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay in your arms?           
Read More »»